Tuesday, December 31, 2013
Iwan Londo
Iwan Febrianto alias Iwan Londo merupakan sosok yang langka. Dia merupakan pengamat burung pantai yang sangat serius. Pengamatannya dilakukan di Rungkut, Sumatera hingga Papua.
Aktivitasnya itu mulai dilakukan dari tahun 2000.
Indonesia termasuk negara yang memiliki habitat pantai potensial bagi burung-burung pantai baik lokal maupun migran.
Sejauh ini telah banyak lokasi-lokasi yang teridentifikasi sebagai tempat singgah burung-burung pantai saat melakukan migasri ke selatan maupun ke utara, seperti Wonorejo, Surabaya; pantai Trisik, Yogyakarta; Muara gembong, Bekasi; muara angke, Sayung, Demak, Bagan Percut; Medan, Pantai Cemara, Jambi; Serangan, Bali, dll.
Dari hasil monitoring pengamat burung di Surabaya selama 5 tahun terakhir, ditemukan pula burung pantai berbendera, hal ini merupakan bukti bahwa Indonesia merupakan salah satu jalur migrasi burung-burung pantai.
Selain itu database burung pantai di Indonesia dan burung migran berbendera belum banyak terdata, masih bersifat data kelompok atau perorangan. Sebagai jalur penting migrasi burung pantai, sudah saatnya untuk ikut berperan serta dalam jaringan Internasional, baik dalam program penandaan bendera warna maupun aktif dalam pelaporan perjumpaan bendera warna.
Sumber :
koran Jawa Pos
http://burung-nusantara.org
Saturday, November 30, 2013
Taman Bungkul Surabaya Terbaik se-Asia 2013
Taman Bungkul, Surabaya menerima penghargaan internasional "The 2013 Asian Townscape Award" (ATA) untuk kategori Taman Terbaik Se-Asia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mengarak penghargaan "The 2013 Asian Townscape Award (ATA)" dari PBB di Surabaya (30/11). Taman Bungkul meraih penghargaan sebagai Taman Terbaik se-Asia Tahun 2013.
Taman Bungkul di Surabaya mendapat penghargaan sebagai taman terbaik se-Asia, yang diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 26 November lalu di Jepang. Penghargaan taman terbaik se-Asia dari PBB ini diterima langsung Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Jepang, dan langsung diarak menuju Balai Kota setibanya di Surabaya, Sabtu (30/11).
Dari 10 penghargaan yang diterima pada Oktober hingga November ini, Pemerintah Kota Surabaya juga menerima sejumlah penghargaan antara lain Future Gove Awards 2013 tingkat Asia Pasifik, penghargaan Kota Sehat tingkat nasional, penghargaan E-Procurement, Perpustakaan Terbaik Nasional, serta Kearsipan Terbaik Nasional.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat tiba di Surabaya mengatakan, dirinya mengaku bangga menerima penghargaan ini atas nama warga kota, sehingga menjadi semangat bagi pemerintah kota untuk memberikan pelayanan yang lebih baik pada warga kota Surabaya.
“Saya bangga tentunya secara pribadi, tapi sekali lagi jangan sampai ini membuat kami di Pemerintah Kota ini kemudian jadi lupa diri, karena terus terang bulan ini bulan penghargaan, hampir tiap minggu kami ada penghargaan. Jangan sampai kami lupa diri bahwa tujuannya adalah bukan hanya kami dapat penghargaan, tujuannya adalah bagaimana kami melayani warga Surabaya lebih baik lagi,” kata Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.
Sementara itu. Ketua DPRD Kota Surabaya Mohammad Mahmud mengatakan pemerintah kota diharapkan meningkatkan pemerataan pembangunan, termasuk membangun taman-taman serupa Taman Bungkul di kawasan-kawasan lain di Surabaya.
“Saya berharap taman-taman seperti Taman Bungkul juga dibangun di tempat lain, harus lebih banyak, sehingga warga kota ini bisa lebih merasakan manfaatnya hasil pembangunan,” kata Mohammad Mahmud, Ketua DPRD Kota Surabaya.
Tri Rismaharini mengatakan meski telah memiliki taman berskala internasional, Pemerintah Kota berencana membuat beberapa taman di Surabaya bagian barat, utara dan timur, seperti taman bunga di bekas Tempat Pembuangan Akhir Sampah Keputih, serta hutan buah di kawasan Surabaya barat.
“Jadi kedepan ini ada yang kita persiapkan yang besar di daerah barat di daerah Pakalkemudian di daerah Bulak dan di daerah Keputih. Yang Keputih ini mungkin luasnya sekitar 50 hektar dan itu akan kita jadikan taman bunga, jadi nanti akan berbunga. Juga menyiapkan hutan di daerah barat sekitar 15 hektar, itu yang isinya buah-buahan saja," jelas Tri Rismaharini, Walikota Surabaya.
"Jadi kelak kemudian warga Surabaya terutama anak-anak yang masih kecil-kecil nanti bisa menikmati, mungkin buah-buah langka yang selama ini sudah gak ada, bisa dilihat disitu,” lanjutnya
.
Dari 10 penghargaan yang diterima pada Oktober hingga November ini, Pemerintah Kota Surabaya juga menerima sejumlah penghargaan antara lain Future Gove Awards 2013 tingkat Asia Pasifik, penghargaan Kota Sehat tingkat nasional, penghargaan E-Procurement, Perpustakaan Terbaik Nasional, serta Kearsipan Terbaik Nasional.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat tiba di Surabaya mengatakan, dirinya mengaku bangga menerima penghargaan ini atas nama warga kota, sehingga menjadi semangat bagi pemerintah kota untuk memberikan pelayanan yang lebih baik pada warga kota Surabaya.
“Saya bangga tentunya secara pribadi, tapi sekali lagi jangan sampai ini membuat kami di Pemerintah Kota ini kemudian jadi lupa diri, karena terus terang bulan ini bulan penghargaan, hampir tiap minggu kami ada penghargaan. Jangan sampai kami lupa diri bahwa tujuannya adalah bukan hanya kami dapat penghargaan, tujuannya adalah bagaimana kami melayani warga Surabaya lebih baik lagi,” kata Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.
Sementara itu. Ketua DPRD Kota Surabaya Mohammad Mahmud mengatakan pemerintah kota diharapkan meningkatkan pemerataan pembangunan, termasuk membangun taman-taman serupa Taman Bungkul di kawasan-kawasan lain di Surabaya.
“Saya berharap taman-taman seperti Taman Bungkul juga dibangun di tempat lain, harus lebih banyak, sehingga warga kota ini bisa lebih merasakan manfaatnya hasil pembangunan,” kata Mohammad Mahmud, Ketua DPRD Kota Surabaya.
Tri Rismaharini mengatakan meski telah memiliki taman berskala internasional, Pemerintah Kota berencana membuat beberapa taman di Surabaya bagian barat, utara dan timur, seperti taman bunga di bekas Tempat Pembuangan Akhir Sampah Keputih, serta hutan buah di kawasan Surabaya barat.
“Jadi kedepan ini ada yang kita persiapkan yang besar di daerah barat di daerah Pakalkemudian di daerah Bulak dan di daerah Keputih. Yang Keputih ini mungkin luasnya sekitar 50 hektar dan itu akan kita jadikan taman bunga, jadi nanti akan berbunga. Juga menyiapkan hutan di daerah barat sekitar 15 hektar, itu yang isinya buah-buahan saja," jelas Tri Rismaharini, Walikota Surabaya.
"Jadi kelak kemudian warga Surabaya terutama anak-anak yang masih kecil-kecil nanti bisa menikmati, mungkin buah-buah langka yang selama ini sudah gak ada, bisa dilihat disitu,” lanjutnya
.
Saturday, November 23, 2013
Delta Plaza
Di jantung kota Surabaya bersebelahan dengan Monkasel Surabaya (Submmarine Monument) dan sangat dekat juga dengan Surabaya Plaza Hotel terdapat pusat perbelanjaan yang sangat terkenal yaitu Plaza Surabaya atau Delta Plaza.
Delta Plaza merupakan bekas lokasi rumah Sakit bersejarah yaitu Dr. Soetomo saat itu. Namun, kini diubah menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang memiliki 6 lantai dengan gedung megah dilengkapi parkir flat yang luas baik di bawah maupun di atas.
Basement Floor tersedia Giant swalayan untuk kebutuhan sehari-hari, dan di Ground Floor dilengkapi dengan KFC, Texas Fried Chicken, Hoka-Hoka Bent, Dunkin ‘Donuts, JCO, Tentrem Es, Apotik Plus, DRTV (Toko Inovasi), Superindo, Matahari Department Store, BreadTalk, Roti Dika, Asia Bakery, Stasiun Sport, Kassaya Parfum, Iwan Fashion, Christoper Salon, Perhiasan Julia, Perhiasan Love, Indomusic, Nakamura The Healing Touch serta pusat ATM seperti, Bank Bukopin, Bank Mandiri, BNI, NISP, Bank Mega, BCA, Bank Permata dan Niaga CIMB.
Di lantai 1, 2, digunakan untuk outlet fashion, asesoris, arloji, parfum, departemen store, cafe, restoran, pasar swalayan, bank, fast food, drug store, toys, baby shop, gift shop, bookstore, peralatan rumah tangga dan lain-lain.
Tenant yang ada meliputi, Matahari Dept Store, FILA , Adidas , Fashion Metta, Pizza Hut , Danzer, Sepatu Terkenal, Toko Mas Semar, ATMBCA , Johnny Andrean Salon, salon kecantikan, Aksesoris Naughty, Mode Collection, Celcius, dll.
Sedangkan untuk lantai 3, diisi dengan game center seperti Timezone & Fantasy Kingdom. Ada juga sekolah kecantikan, pusat HP, pusat computer & elektronik center, resto area (Menteng Mie, Muruk Resto Hayam, Fried Chicken California , Es Teller 77 , Bakso Lapangan Tembak , Wendy’s , Taco Bell) dan area foodcourt pun bisa Anda jumpai di lantai ini.
Untuk Cineplex 21, Solo Billiard pusat, MC Autocare berada di lantai 4. Di sebelah kiri atau parkir timur Plaza Surabaya terdapat area terbuka yang biasanya digunakan untuk kegiatan Pameran, berbagai pentas atau atraksi maupun Entertaiment Show. Warung makanan dan minuman berjajar di sebelah kiri Plaza Surabaya yang harganya relatif murah dibandingkan yang ada di dalam.
Fasilitas lain selain keamanan 24 jam non stop juga sering diadakan event. Akses menuju Plaza Surabaya sangat mudah dan dapat ditempuh, karena lokasinya yang strategis, tak jauh dari lokasi terdapat Stasiun Gubeng, dan juga Hotel Sahid Surabaya.
Plaza Surabaya (Delta Plaza)
Jl. Pemuda 33-37 Surabaya 60271
Telp. 031-5316843, 5315088
Sumber :
http://www.transsurabaya.com
Saturday, November 16, 2013
Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto-Surabaya 2013
Rasa patriotisme dan mengenang para pahlawan yang telah berjasa dalam membela tanah air Indonesia dapat diwujudkan dengan berbagai cara dan upaya. Dispora Prov. Jatim kembali menggelar pelaksanaan ‘Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto-Surabaya sebagai upaya memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember Tahun 2013.
Sejarah pelaksanan gerak jalan ini diawali pada tahun 1955 hingga 1958, dengan rute dari Pandaan–Surabaya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperingati pertahanan sektor selatan sungai Brantas yang dikenal dengan Batalyon Cipto dan Abdullah. Kemudian, pada tahun 1959 hingga 1964, rute dialihkan ke Mojokerto–Surabaya untuk memperingati pertahanan sektor barat yang dikenal dengan batalyon laskar Hisbullah, Tentara Pelajar, Polisi Istimewa, Batalyon Mansjur, Sholikin dan Munasir, Djarot Subiantoro yang dikenang dengan monumen Mayangkara di Wonokromo.
Namun, perjalanan program satu ini tak selamanya berjalan mulus, pada tahun 1965 hingga 1967 gerak jalan Mojokerto – Surabaya ditiadakan karena pada saat itu situasi dan kondisi sedang terjadi G/30S/PKI. Lalu pada tahun 1968 hingga 1996 kegiatan ini dimunculkan kembali dan diselenggarakan oleh KONI Jawa Timur (1968 hingga 1973) dan kemudian dikelola oleh Dinas P&K Propinsi Jawa TImur pada tahun 1974 hingga 1997.
Ternyata, pada tahun 1998 hingga 2005, gerak jalan Mojokerto–Surabaya ditiadakan lagi karena kondisi saat itu sedang terjadi reformasi dan didukung situasi politik dan ekonomi yang sedang berada dalam keadaan yang labil.
Hingga pada akhirnya, pada tahun 2006 hingga sekarang gerak jalan Mojokerto-Surabaya kembali dilaksanakan. Namun untuk pelaksanaannya, kali ini dikelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Jawa Timur yang dikenal dengan “Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto–Surabaya”.
Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto - Surabaya 2013, dijadwalkan akan berangkat dari Alun-alun Kota Mojokerto Sabtu (16/11/2013) pukul 15.00 WIB dan finish di Tugu Pahlawan Surabaya. Rombongan akan melewati Jl Trosobo, Kletek, Karang Pilang, Gunungsari, Joyoboyo, Diponegoro, Pasar Kembang finish di Tugu Pahlawan Surabaya.
Jalur yang akan dilalui mulai start : Alun-alun Mojokerto – Jl. Majapahit-Jl. Bhayangkara – Jl. Gajahmada – Jl. Ajinomoto – Depan Pabrik Ciwi – Krian (Pos I : Pasar Krian). Pasar Krian – Jl. Raya Trosobo – Jl. Raya Kletek – Sepanjang (Pos II). Sepanjang – Karang Pilang – Jl. Gunung Sari (Yani Golf) – Terminal Joyoboyo – Kebun Binantang Surabaya – Jl. Diponegoro – Jl. Pasar Kembang – Jl. Kedung Doro – Jl. Blauran – Jl. Bubutan – Jl. Pahlawan – Jl. Kebun Rojo, Finish Tugu Pahlawan Surabaya.
Sumber :
http://dispora.jatimprov.go.id
http://kelanakota.suarasurabaya.net
http://ceritasurabaya.blogspot.com
Friday, November 15, 2013
Tugu Pahlawan
Tugu Pahlawan, adalah sebuah monumen yang menjadi markah tanah Kota Surabaya. Monumen ini setinggi 41,15 meter berbentuk lingga atau paku terbalik. Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan (Canalures) sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas.
Tinggi, ruas, dan canalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945. Suatu tanggal bersejarah, bukan hanya bagi penduduk Kota Surabaya, tetapi juga bagi seluruh Rakyat Indonesia.
Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, dimana arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia.
Monumen Tugu Pahlawan menjadi pusat perhatian setiap tanggal 10 November mengenang peristiwa pada tahun 1945 ketika banyak pahlawan yang gugur dalam perang kemerdekaan.
Monumen ini berada di tengah-tengah kota di Jalan Pahlawan Surabaya, dan di dekat Kantor Gubernur Jawa Timur. Tugu Pahlawan merupakan salah satu ikon Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Berdiri di atas tanah lapang seluas 1,3 hektar, dan secara administratif berada di wilayah Kelurahan Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.
Ada dua pendapat mengenai siapa yang menjadi pemrakarsa, sekaligus arsitek monumen yang terletak di Jalan Pahlawan Surabaya ini. Menurut Gatot Barnowo, monumen ini diprakarsai oleh Doel Arnowo, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Daerah Kota Besar Surabaya. Kemudian ia meminta Ir. Tan untuk merancang gambar monumen yang dimaksud, untuk selanjutnya diajukan kepada Presiden Soekarno.
Sedangkan menurut Ir. Soendjasmono, pemrakarsa monumen ini adalah Ir. Soekarno sendiri. Ide ini mendapat perhatian khusus dari Walikota Surabaya, Doel Arnowo. Untuk perencanaan dan gambarnya diserahkan kepada Ir. R. Soeratmoko, yang telah mengalahkan beberapa arsitektur lainnya dalam sayembara untuk pemilihan arsitek untuk membangun monumen ini.
Pada awalnya pekerjaan pembangunan Monumen Tugu Pahlawan ditangani Balai Kota Surabaya sendiri. Kemudian dilanjutkan oleh Indonesian Engineering Corporation, yang kemudian diteruskan oleh Pemborong Saroja. Monumen yang dibangun selama sepuluh bulan ini, diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 10 November 1952.
Di bawah tanah lahan Tugu Pahlawan ini terdapat sebuah museum untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang berjuang di Surabaya, di museum ini juga terdapat foto-foto dokumentasi pembangunan Tugu Pahlawan. Museum ini diresmikan pada tanggal 19 Februari 2000 oleh Presiden K.H Abdurrahman Wahid.
Pada tahun 1991-1996 dilakukan pembenahan kawasan Tugu Pahlawan dan Museum Perjuangan 10 November Surabaya yang dipimpin oleh arsitek Ir. Sugeng Gunadi, MLA dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Seorang Presiden pada tanggal 10 November 1951 meletakkan batu pertama dari suatu rencana raksasa: Tugu Pahlawan, setinggi 45 meter. Batu itu ditancapkan di tengah-tengah Kota Surabaya, di sebuah tempat bekas reruntuhan gedung yang hancur dalam perjuangan mendirikan negara, di depan Kantor Gubernur Jawa Timur.
Untuk lebih memberikan arti kepada Tugu yang hendak didirikan itu, diputuskan bahwa Tugu ditempatkan di bekas puing-puing reruntuhan Gedung Kenpeitai zaman Jepang. Bekas-bekas reruntuhan gedung ini pernah membawa penderitaan yang tidak gampang dilupakan para pejuang kemerdekaan dari zaman ke zaman. Sesudah menjadi gedung Raad van Justitie (gedung pengadilan) pada zaman Nederlands Indiƫ, pada zaman Nippon menjadi markas Kenpeitai (polisi militer Jepang, di mana para patriot bangsa yang dianggap melawan Jepang ditawan dan disiksa, misalnya Ir Darmawan, tokoh ludruk Durasim).
Dan pada saat meletusnya pertempuran 10 November 1945 gedung ini juga jadi pusatnya gerakan pemuda (PTKR = Polisi Tentara Keamanan Rakyat pimpinan Hasanudin Pasopati dan N. Suharyo Kecik), yang kemudian gedung tadi menjadi bulan-bulanan sasaran peluru mortir dan peluru meriam dari kapal laut, dan bom dari pesawat terbang Thunderbolt, keduanya bagian dari angkatan perang Inggris.
Beberapa saat setelah Tugu diresmikan pembukaannya, maka terjadi semacam “skandal” di dalam pembuatannya. Tugu itu di bagian tengah tampak miring dan tidak lurus. Penanggung jawab dari kecerobohan ini kabarnya ditimpakan kepada IEC. Sampai kemudian menjadi rahasia umum di Surabaya, bahwa Tugu Pahlawan itu bakal dibongkar kembali untuk mendapat perbaikan seperlunya.
Tetapi, inipun tidak pernah ada kenyataannya. Tugu Pahlawan itu tetap miring di tengah, dan tetap tidak dibongkar.
Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://supartobrata.com
Tuesday, October 15, 2013
Jer Basuki Mawa Bea
Cita-cita hanya dapat dicapai dengan pengorbanan.
Itu adalah arti dari kata "Jer Basuki Mawa Bea" yang merupakan kata-kata simbol Jawa Timur. Hal ini juga menjadi motto utama, khususnya masyarakat Surabaya, kota Pahlawan yang merupakan gambaran sejarah perjuangan melawan penjajah.
Surabaya merupakan pusat ekonomi dan administrasi Jawa Timur, dengan kegiatan bisnis dan pusat industri dan pelabuhan utama propinsi. Merupakan kota terbesar kedua dari Jakarta dan terpenting kota ini mempunyai populasi sekitar 3 juta jiwa.
Dari pelabuhan Tanjung Perak feri secara regular menyeberangi selat, menuju pulau Madura, dan layanan penerbangan ke dan dari Bandara Juanda yang menghubungkan kota dengan Jakarta, Yogyakarta, Bali dan bagian lainnya di Indonesia.
Surabaya berlokasi di pantai Utara propinsi Jawa Timur, berbatasan disebelah Utara dan Timur dengan laut Jawa/Selat Madura, Barat dengan kabupaten Gresik, dan Sidoarjo disebelah Selatan. Topografinya rat-rata berada pada 3-6 m di atas permukaan laut, tapi disebelah Barat, dua bukit kecil dari Barat ke Timur mempunyai ketinggian 20-30 m diatas permukaan laut.
Sumber : http://www.surabayatourism.com
Wednesday, October 2, 2013
6 Kampung Kreatif Surabaya
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya, setidaknya mencatat beberapa kampung yang potensial berkembang dengan kekhasan karyanya. Untuk kemudian didampingi guna menuju puncak kesuksesan demi kesejahteraan masyarakat sendiri.
Beberapa kampung kreatif yang dibina Disperdagin Kota Surabaya, sebut saja; Kampung Tas di Morokrembangan, Kampung Paving di Kecamatan Pakal, Kampung Kue di Kecamatan Rungkut, dan Kampung Sandal-Sepatu di kawasan Osowilangun. Selain itu Majalah Surabaya City Guide juga melengkapi dengan liputan dan Kampung Pernak-pernik di wilayah Benowo, dan Kampung Sulam Pita di Tambak Asri Surabaya.
Kampung Tas
Jika mendengar sentra tas terbesar di Jawa Timur, yang terpikir pasti menjurus ke sentra tas Tanggulangin, yang ada di Selatan Kota Sidoarjo. Namun, di lain lokasi ternyata ada sebuah kampung yang warganya sehari-hari memproduksi berbagai macam tas. Kampung tersebut berada di Jalan Gadukan Baru, Morokrembangan, Surabaya.
Terbentuknya kampung tas ini sekitar tahun 1978. Berawal dari 6 – 10 orang yang ahli dalam membuat tas dari berbagai macam bahan, kreativitas mereka akhirnya tertular ke warga lain. Kini terdapat 68 perajin yang memproduksi tas di daerah tersebut, tersebar di RW IV, V, dan VI Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya.
Kampung Paving
Kampung Kue
Kampung kue di Rusun Penjaringan Sari berawal dari tigahome industry. Salah satunya adalah milik Anik Pudjiati, yang memproduksi aneka kue basah sejak tahun 2001. Seiring waktu berputar, akhirnya banyak warga lain yang tertarik mengikuti jejak tiga produsen kue tersebut.
Kampung Sepatu-Sandal
Bila Anda berbelanja sepatu atau sandal di mal atau pusat grosir, jangan kaget bila produk yang Anda beli ternyata buatan perajin sepatu-sandal Tambak Oso Wilangon, Kecamatan Benowo Surabaya. Sepatu dan sandal itu dibuat secara home industri dan tanpa merek. Dari mereka -lah sepatu dan sandal itu diberi label, merek, kemudian dipasarkan.
Kampung yang dulu lebih dikenal dengan nama Sememi Lor itu terletak tak jauh dari terminal Tambak Oso Wilangon, sekitar 500 meter arah Barat, menuju Kota Gresik. Sekilas kampung ini tak menunjukkan geliat yang menarik. Tapi siapa sangka, di kampung ini telah ribuan bahkan jutaan produk sepatu sandal dibuat oleh warga, secara turun-temurun.
Kampung Pernak-Pernik
Kampung Sulam Pita
Lebih lengkap tentang tulisan kampung-kampung kreatif di Surabaya ini, bisa dibaca di Majalah SCG edisi September 2013. Bisa pula didapatkan infonya dalam versi e-magz, di website ini.
Sumber : http://surabayacityguide.co.id
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Tahun 2022, Ini Daftar UMK yang Berlaku di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Jember, Kediri Selasa, 11 Januari 2022 Tahun 2022, upah minimum prov...
-
Evan Dimas Berlatih Bersama Llagostera Evan Dimas Difoto dengan Kostum Latihan Llagostera Evan Dimas Darmono berada di Spanyol sejak...
-
Taman Bungkul adalah salah satu taman kota di Surabaya yang berada di Jalan Raya Darmo Surabaya. Tidak jauh dari lokasi, terdapat masjid ...
-
Lebih dekat mengenal Surabaya, dengan segala geliat dinamikanya. Di balik hiruk-pikuk aktivitas metropolitannya. Sekumpulan orang berkump...
-
Cegah Corona COVID-19, Drone Terbang 25 Meter Semprot Disinfektan di Surabaya 25 Mar 2020, 13:30 WIB Pemerintah Kota Surabaya menggand...




