Friday, December 24, 2021

Alun-Alun Surabaya

Ruang Bawah Tanah Alun-Alun Surabaya Tampil Kekinian dan Instagramable

Kamis, 23 Desember 2021

Creativity Community Day  yang digelar 19-23 Desember  2021  di basement (ruang bawah tanah) alun-alun Surabaya disambut antusias warga Surabaya. Kerinduan untuk bisa mengunjungi Balai Pemuda dengan tampilan dan fasilitas yang baru membuat masyarakat tidak ingin melewatkan Balai Pemuda dengan suasana kekinian dan instagramable.

Tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, para pengunjung lebih dahulu harus men-scan barcode aplikasi PeduliLindungi, dilanjutkan dengan cuci tangan dan cek suhu badan. Himbauan untuk tetap mengenakan masker juga terpampang di beberapa sudut.

Luas basement Alun-alun Surabaya sekitar 3.000 meter persegi. Dalam kondisi normal (non pandemi), area tersebut dapat menampung 2.000 pengunjung. Namun karena masih kondisi pandemi beberapa petugas memantau di pintu masuk untuk mengawasi pembatasan pengunjung.

Masuk ke dalam ruang bawah tanah alun-alun Surabaya ini sungguh tidak terduga, karena di dalamnya digelar berbagai kegiatan seni dan budaya, musik serta pameran produk unggulan UMKM Kota Surabaya.  Bahkan karena masih dalam rangka gelaran Creativity Community Day , pengunjung bisa menikmati pameran lukisan.

Nesya, salah satu pengunjung merasa terkejut karena Surabaya punya fasilitas ini. “Seneng bangets, akhirnya bisa jalan-jalan dan mengunjungi ruang bawan tanah ini. Keren sekali,” ujar mahasiswi Universitas Airlangga ini.

Lain lagi dengan Norma, ibu dua orang anak yang datang bersama keluarga. “Awalnya penasaran ke sini, ternyata seru, karena ada pameran UMKM, dan anak saya senang ya bisa lihat permainan skateboard di sini,” tuturnya.

Gelaran Creativity Community Day , akan berakhir hari ini dan selanjutnya akan digelar acara dengan tema yang berbeda. Alun-alun bawah tanah yang berada di kompleks Balai Pemuda ini buka mulai pukul 10.00- 22.00 Wib.


Sumber:

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2021/ruang-bawah-tanah-alun-alun-surabaya-tampil-kekinian-dan-instagramable/

Tuesday, October 12, 2021

Jalan Lingkar Luar Barat Surabaya

Pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat Surabaya Berlanjut

8 Oktober 2021

Pengerjaan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) Surabaya telah berlanjut. Kamis (7/10) tiang-tiang penyangga untuk kelanjutan jalur sisi timur sudah berdiri tegak. Alat berat juga tampak sibuk di lokasi pembangunan dan sekitarnya. Di sisi utara rel, beberapa alat berat terlihat membuka jalan untuk persiapan pembangunan.

’’Untuk sekarang memang targetnya kelanjutan sisi timur dan jalur melewati rel di kawasan Sememi,’’ ucap Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Pematusan (DPUBMP) Ganjar Siswo Pramono.

Dia mengatakan, pembangunan tersebut akan menambah panjang jalan sekitar 100 meter. Pengerjaan itu dilakukan hingga Desember mendatang. Pengerjaan tersebut memang dirasa cukup sulit karena harus mencapai elevasi yang tepat agar tak mengganggu jalur kereta api di bawahnya.

Ganjar mengungkapkan, kelanjutan pembangunan dilakukan tahun depan sesuai dengan tahapan yang ada. ’’Ya lelang dulu serta tahapan-tahapan lainnya,’’ imbuh Ganjar.

Target penambahan panjang jalur belum ditetapkan karena akan menyesuaikan ketersediaan anggaran. Dia menyebut, kekurangan panjang memang mencapai 3 kilometer. Nantinya, pengerjaan juga dilakukan dari sisi Simpang Empat di Tambak Osowilangun ke arah selatan.

Di sisi lain, pembebasan lahan untuk kawasan utara rel terus berjalan. Meski sebagian besar kawasan sudah dibebaskan dan terlihat kosong, masih ada beberapa bagian yang diproses. Setidaknya ada 13 peta bidang yang masih dinantikan warga. ’’Memang ada tujuh yang kami ajukan. Jadi dari warga sendiri,’’ ucap Hambali, ketua RW 09, Sememi.

Penambahan wilayah tersebut dilakukan karena bangunan yang ada tak lagi bisa difungsikan. ’’Salah satunya rumah warga jadi terpotong diagonal sekitar 2 meter. Jadi, kami ajukan apa bisa dibebaskan saja sekalian,’’ tutur Hambali. Setelah koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat, hal tersebut bisa diproses dan sedang menunggu peta bidangnya.


Sumber :

https://www.jawapos.com/surabaya/08/10/2021/pembangunan-jalan-lingkar-luar-barat-surabaya-berlanjut/?page=all

Sunday, July 11, 2021

Didi Petet

Mengenang Aktor Didi Petet, dari Perjalanan Karier hingga Seni Teaternya

Didi Petet, aktor film, lahir di Surabaya, 12 Juli 1956 dengan nama asli Didi Widiatmoko. 

Pada 15 Mei 2015, aktor senior Indonesia, Didi Widiatmoko, atau yang lebih dikenal dengan nama Didi Petet, tutup usia di umur 58 tahun. Diberitakan Harian Kompas di hari yang sama, Jumat (15/5/2015), Didi Petet meninggal pada pukul 05.20 WIB, di Bambu Apus, Tangerang Selatan. 

Almarhum meninggal setelah kepulangannya dari Milan, Italia, untuk menyelenggarakan Expo Milano 2015. ”Bapak kecapekan selama kegiatan di Milan,” ungkap anak kedua Didi, Nabila. Dia juga mengatakan ayahnya meninggal karena penyakit asam lambung. 

Kepala Badan Ekonomi Kreatif kala itu, Triawan Munaf, sempat mendapat kabar bahwa Didi dirawat di rumah sakit lokal di Milan karena kelelahan. Bagaimana tidak, Didi bolak-balik Jakarta-Milan 8 kali untuk mengurus persiapan expo itu. 

Selama dirawat, dokter yang memeriksa mengatakan, almarhum mengalami sakit asam lambung dan membutuhkan istirahat yang banyak. Sebelum meninggal, Didi Petet sempat dibawa ke Bandung oleh keluarga untuk menjalani terapi pemulihan energi selama tiga hari. 

Nabila mengaku ayahnya sudah terlihat sehat semalam, Kamis (14/5/2015). Bahkan sempat bercanda dan tertawa bersama. Di saat-saat terakhirnya, aktor kawakan itu tengah berada di pelukan istrinya, Uce Sriasih, tanpa mengeluh kesakitan. 

”Bapak seperti tertidur aja, tak ada mengeluh dan enggak kelihatan seperti orang sakit,” kata Nabila dengan mata memerah. Didi Petet meninggalkan seorang istri dan 6 anak. Jenazahnya dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta Selatan. 

Dedikasinya untuk Indonesia terlihat salah satunya menjelang kepergiannya. Panitia dari Indonesia mengalami kekurangan dana dalam keikutsertaannya pada Expo Milano 2015 di Milan, Italia. Total dana yang dibutuhkan Rp 80 miliar, tapi Indonesia hanya punya dana sekita Rp 30 miliar. 

Sehingga Didi Petet berusaha keras mencari dana dari sponsor. Awalnya Indonesia hampir saja tidak bisa ikut dalam acara bergengsi internasional itu. Namun Didi Petet bersikeras untuk ikut. Menurutnya acara itu penting untuk mempromosikan Indonesia di mata dunia. 

Didi Petet dinilai berhasil baik di dunia akademis maupun dunia kesenian. Diceritakan oleh sahabat dekatnya yang juga aktor senior, Slamet Rahardjo, Didi mengembangkan Jurusan Seni Teater di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). 

Karena usaha Didi, seni teater banyak penggemar, khususnya di IKJ. Dia berhasil menunjukkan bahwa akting adalah ilmu yang bisa dipelajari siapa saja. Dikutip Harian Kompas, Minggu (17/5/2015), dosen teater IKJ Bejo Sulaksono mengatakan prestasi penting Didi selama menjadi seniman adalah membentuk teater pantomim bernama Sena Didi Mime. 

Didi Petet mengawali kariernya dari film "Semua Karena Ginah" yang disutradarai Nya Abbas Akup di 1985. Dalam dunia film, Didi mulai menancapkan namanya ketika memerankan dua tokoh penting yang sampai sekarang dikenang banyak penonton Indonesia. 

Tokoh pertama adalah Emon, karakter tokoh pendamping Boy dalam film Catatan Si Boy. Kedua, tokoh Kabayan dalam film Si Kabayan Saba Kota (tahun 1989). Emon dan Kabayan sampai sekarang menjadi tipikal khas karakter tokoh. 

Apabila kemudian ada aktor lain yang memerankannya, tetap harus mengacu kepada Didi Petet. Tak tanggung-tanggung, Didi Petet memainkan kedua tokoh itu dalam lima sekuel film Catatan Si Boy dan Kabayan. 

Dia juga memerankan Oom Pasikom dalam film yang dimainkan bersama Lenny Marlina dan Desy Ratnasari. Itu adalah ikon dari Harian Kompas yang dibuat ilustrator GM Sudarta. Namanya tidak tenggelam meski era perfilman berganti. 

Hingga tahun terakhirnya, dia masih aktif bermain peran, salah satunya dalam film "Guru Bangsa: Tjokroaminoto".


Sumber

https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/15/140600065/mengenang-aktor-didi-petet-dari-perjalanan-karier-hingga-seni-teaternya-?page=all.

Thursday, June 24, 2021

Mal Terbesar di Indonesia

Baru Dilaunching, Mal di Surabaya ini Diklaim Sebagai Mal Terbesar di Indonesia

Rabu, 22 Februari 2017 17:32

Satu lagi pusat perbelanjaan raksasa hadir di Surabaya. Berlokasi di kawasan Surabaya barat, pusat perbelanjaan yang menggunakan tema mixed used concept ini di-launching dengan nama Pakuwon Mall, Rabu (22/2/2017).

Dengan luas yang mencapai 180 ribu meter persegi, Pakuwon Mall diklaim menjadi pusat perbelanjaan yang terbesar di Indonesia saat ini.

Pakuwon Mall merupakan perluasan Supermall Pakuwon Indah (SPI) dan Pakuwon Trade Center (PTC) yang juga dikembangkan oleh grup Pakuwon. Dua pusat perbelanjaan yang berdiri berdampingan ini telah berdiri sejak 2003 silam dengan luas mencapai 100 ribu meter persegi.

Dengan adanya Pakuwon Mall, pusat perbelanjaan yang juga didesain menyatu ini mengalami perluasan mencapai 180 ribu meter persegi atau meningkat delapan puluh persen dari sebelumnya.

Sutandi Purnomosidi, Direktur Marketing Pakuwon Grup, menyebut bahwa mall ini menjadi yang terbesar saat ini.

Berdasar penjelasannya, sebelum Pakuwon Mall diresmikan, mall terbesar yang saat ini ada hanya seluas 155 ribu meter persegi. Selain itu, Tunjungan Plaza 6 yang menjadi pelengkap dari kompleks Tunjungan Plaza Surabaya (akan diresmikan tahun ini), disinyalir juga tak lebih dari 165 ribu meter persegi.

Sehingga, apabila dibandingkan dengan keduanya, Pakuwon Mall telah menjadi yang terbesar di Indonesia.

”Kabar gembira bagi warga Surabaya karena dua mall terbesar di Indonesia dibangun di kota ini. Ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus penghargaan bagi kota ini,” ujar Sutandi pada acara temu jurnalis di kawasan Food Society, Pakuwon Mall, Surabaya (Rabu, 22/2/2017).

Penambahan luasan tersebut diharapkan dapat menyasar target penigkatan jumlah pengunjung yang juga mencapai delapan puluh persen. Apabila pada weekend sebelumnya jumlah mobil pengunjung sekitar 10 ribu perhari, saat ini diharapkan dapat mencapai 18 ribu mobil.

”Agar lebih mudah, pakai hitungan jumlah mobil pengunjung saja. Saat ini kami telah menyiapkan luasan parkir yang dapat menampung 5000 unit. Kalau perhari, cukup 4 kali putaran sudah bias memenuhi target kami yang 18 ribu perharinya,” pungkasnya.


Sumber :

https://surabaya.tribunnews.com/2017/02/22/baru-dilaunching-mal-di-surabaya-ini-diklaim-sebagai-mal-terbesar-di-indonesia.

Tuesday, June 1, 2021

Warga Surabaya Cukup Pakai KTP untuk Mendapatkan Layanan Kesehatan

Mulai April 2021, Warga Surabaya Cukup Pakai KTP untuk Mendapatkan Layanan Kesehatan

Date:17 Maret 2021

DPMPTSP-Kota Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Kantor Cabang Surabaya. Penandatanganan ini terkait kerjasama program Jaminan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage) untuk warga Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan bersama ini untuk memastikan bahwa saat ini pendataan warga Surabaya pemegang jaminan kesehatan yang masuk sudah mencapai 90 persen lebih. Dengan demikian, maka ke depan seluruh warga Surabaya secara otomatis apabila ingin mendapatkan layanan kesehatan cukup menggunakan KTP.

"Insya allah mulai 1 April 2021, seluruh warga KTP Surabaya di manapun rumah sakit yang bekerjasama dengan pemerintah kota, itu cukup dengan KTP sudah bisa dilayani kesehatannya," kata Cak Eri seusai acara yang berlangsung Lobi Lantai II Balai Kota Surabaya, Selasa (16/3/2021).

Dia menjelaskan, bahwa dalam program Universal Health Coverage (UHC) itu sendiri, apabila pemegang jaminan kesehatan pada sebuah kota sudah mencapai 95 persen, maka warga yang sakit cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan layanan kesehatan. Di sisi lain, program ini juga untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan tanpa harus menghadapi kesulitan finansial. "Sehingga untuk mendapatkan layanan kesehatan, warga KTP Surabaya tidak perlu lagi menggunakan surat keterangan miskin," ujarnya.

Di samping itu, dalam program tersebut, kata Cak Eri, apabila warga sebelumnya membayar BPJS secara mandiri kelas satu, kemudian tiba-tiba tidak sanggup membayar, maka otomatis bisa dimasukkan kelas tiga dan menjadi tanggung jawab pemkot pembayarannya.

"Misal ada warga Surabaya sakit di (BPJS) kelas satu, tiba-tiba dia tidak mampu membayar, kemudian dia berubah ke kelas tiga. Nah, ketika mau pindah ke kelas tiga secara otomatis langsung (biaya) dicover oleh pemerintah kota," terang dia.

Ia menyatakan, bahwa Pemkot Surabaya juga siap menanggung pembayaran BPJS Kesehatan warga Surabaya apabila sudah non-aktif ketika warga itu resign atau tidak lagi bekerja di perusahaan yang menanggung biaya BPJS. "Saya berharap tidak ada lagi warga Surabaya yang sakit dan sedih karena tidak dilayani kesehatannya," tutur dia.

Optimalisasi layanan kesehatan rupanya tak hanya dilakukan Pemkot Surabaya dari sisi pembiayaan. Sebab, saat ini pemkot sedang menyiapkan SOP batas waktu maksimal pelayanan di puskesmas, mulai dari mendaftar hingga menerima obat.

"Nah, ini yang kita ingin memberikan betul jaminan kesehatan kepada masyarakat. Jangan sampai ada (warga) nanti datang berobat 15 menit, menunggunya 2 jam. Sehingga nanti pelayanannya bisa lebih cepat," tegas dia.

Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah Jawa Timur, I Made Puja Yasa dalam sambutannya mengapresiasi upaya wali kota bersama jajarannya dalam mengawal proses pendataan kepesertaan jaminan kesehatan di Kota Surabaya. Apalagi, kata dia, jaminan kesehatan nasional adalah program yang wajib diikuti sebagai upaya proteksi kesehatan finansial.

"Ini menunjukkan bahwa komitmen yang luar biasa terkait kehadiran pemerintah di dalam memastikan jaminan kesehatan di wilayah Kota Surabaya," kata I Made Puja.

Dia mengungkapkan, saat ini jumlah pendudukan yang sudah tercover dalam program ini secara nasional sebanyak 222 juta jiwa atau sekitar 82 persen dari total penduduk di Indonesia. Sedangkan di Jatim, jumlah penduduk yang sudah tercover program ini sebanyak 30,9 juta jiwa ini dari 41 juta jiwa. Artinya, masih 75 persen dari total penduduk di Jatim yang sudah tercover.

"Sedangkan posisi Surabaya sendiri, saat ini penduduk yang sudah yang tercover dari 2,9 itu ada 2,5 juta. Jadi lebih kurang 84,4 persen. Jadi saat ini saja Kota Surabaya sudah di atas rata-rata nasional," ungkap dia.

Menurutnya, meski Surabaya menjadi kota/kabupaten dengan penduduk terbanyak di Jatim, namun jumlah peserta jaminan kesehatan juga paling tinggi. Tentunya untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan komitmen dan kerja keras yang tinggi.

"Jadi ini prestasi yang cukup luar biasa. Terlebih Bapak Wali Kota juga menyampaikan bahwa warga (Surabaya) yang menunggak pembayaran (BPJS), itu juga langsung dimasukkan menjadi peserta yang dibiayai pemerintah daerah. Artinya ini merupakan komitmen yang luar biasa," pungkasnya.


Sumber :

http://dpm-ptsp.surabaya.go.id/v3/detailpost/mulai-april-2021-warga-surabaya-cukup-pakai-ktp-untuk-mendapatkan-layanan-kesehatan

Tuesday, May 4, 2021

Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Benowo Surabaya

Jokowi akan Resmikan PSEL Benowo, Pemkot Siapkan Sambutan Sesuai Prokes

Selasa, 4 Mei 2021

Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya akan diresmikan Joko Widodo Presiden pada Kamis (6/4/2021). Karena itu, mulai hari ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mematangkan persiapan untuk penyambutan.

Anna Fajriatin, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya menyatakan, pihaknya telah menyiapkan segala keperluan sebelum hari H peresmian. Persiapan ini tentunya telah disesuaikan dengan protokol kesehatan (prokes).

“Pak Presiden juga ingin melihat secara langsung, jadi mulai dari market-nya. Kemudian ada penjelasan singkat terkait pengolahan sampah menjadi listrik ini, mungkin sebelum masuk ke area tenda atau tempat acara,” kata Anna, Selasa (4/5/2021).

Setelah mendapat penjelasan singkat terkait PSEL Benowo, pihaknya kemudian akan mengajak Presiden menuju lantai 3 dan lantai 6. Di lantai 3, Presiden dapat melihat langsung bagaimana proses mesin bekerja mengolah sampah menjadi listrik.

“Jadi proses mesinnya itu bagaimana, berapa jumlah tonase-nya, berapa jumlah listrik yang dihasilkan. Jadi bisa kelihatan di dalam layar,” ungkap Anna.

Bahkan, kata Anna, di lantai 3 juga dapat melihat langsung suasana di luar area PSEL. Seperti, bagaimana dump truk bekerja mengangkut hingga menurunkan sampah ke waste pit, sebelum dimasukkan ke dalam mesin turbin untuk proses menghasilkan listrik.

“Nah, bagaimana caranya kita bisa melihat listrik itu. Jadi memang, di situ kan ada cerobong, kalau cerobongnya sudah berwarna putih itu berarti pembakarannya sempurna, dan itu menggunakan teknologi yang ramah lingkungan,” jelas Anna.

Ia menjelaskan, bahwa pembangunan PSEL Benowo yang dilakukan pemkot ini, dimulai sejak tahun 2012 dengan menggandeng kerjasama PT. Sumber Organik (SO). Dimana saat itu proses mengolah sampah menjadi listrik masih menggunakan metode Landfill Gas Power Plant. “Dengan metode ini, PSEL mampu menghasilkan energi listrik 2 Megawatt dari 600 ton sampah per hari,” paparnya.

Seiring berjalannya waktu, kemudian di tahun 2015, pemkot yang bekerjasama dengan PT. Sumber Organik ini mulai menggunakan metode Gasification Power Plant untuk mengolah sampah menjadi listrik. Target awalnya, di tahun 2020 melalui metode ini sudah dapat mengolah sampah menjadi listrik. Namun, karena adanya pandemi Covid-19, sehingga proses komisioning atau pengujian oleh tim ahli dari luar negeri mundur dilakukan.

“Sebetulnya targetnya tahun 2020, tapi karena kondisi Covid-19 sehingga untuk komisioning dengan mendatangkan tim ahli dari luar negeri ke Indonesia jadi mundur. Alhamdulillah tanggal 10 Maret 2021 kemarin sudah proses. Jadi sudah bisa menghasilkan listrik 9 Megawatt dari setiap 1000 ton sampah per hari,” ungkapnya.

Ia menyebut, bahwa listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini kemudian menjadi kewenangan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sebab, PT. Sumber Organik yang bekerjasama dengan PLN terkait listrik yang dihasilkan tersebut. Sementara pemkot sendiri, bekerjasama dengan PT Sumber Organik dengan konsep ‘Bangun Guna Serah’ (Built Operate and Transfer) selama 20 tahun.

“Jadi nanti tahun ke 20 atau di tahun 2032, semua (alat) ini menjadi milik pemkot dengan kondisi 85 persen. Artinya, mesinnya, semua peralatan pengolahan sampah ini dalam kondisi baik dan menghasilkan listrik dalam kondisi baik,” urainya.

Secara sederhana, Anna menjelaskan bagaimana metode Gasification Power Plant ini mampu mengolah sampah menjadi listrik. Pertama, sampah yang telah ditimbang akan dimasukkan Waste Pit atau proses pemilahan. Kemudian, sampah itu diayak menggunakan crane seperti capit dan dimasukkan ke dalam Boiler sebelum proses pembakaran. Metode ini diklaim lebih cepat dibanding sebelumnya Landfill Gas Power Plant.

“Jadi melalui gasification ini per hari minimal 1000 ton sampah yang diolah menjadi listrik. Dan mesin ini bekerja selama 24 jam tidak berhenti. Tapi memang dalam 1 tahun itu ada beberapa hari masa pemeliharaan, jadi saat itu mesin berhenti tidak beroperasi sama sekali, supaya tidak rusak,” kata Anna.

Saat ini, Anna menyebut, sampah yang dihasilkan Kota Surabaya mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Sedangkan jenis sampah yang diolah di TPS Benowo adalah sampah domestik atau rumah tangga. Sementara untuk jenis sampah seperti limbah mebel, diolah kembali di lokasi lain, seperti di galeri milik pemkot.

“Jadi tidak semua jenis sampah masuk ke sini. Sebelum sampah masuk ke TPA Benowo itu kita pilah-pilah dulu di TPS (Tempat Pembuangan Sampah). Ada sebanyak 190 TPS di Surabaya,” kata dia.

Anna menambahkan, bahwa PSEL Benowo ini bakal menjadi pilot project, proyek strategis nasional. Sebab, di Indonesia baru pertama kali instalasi pengolahan sampah terbesar menjadi listrik dilakukan.

“Jadi ini Insya Allah bakal menjadi pilot project nasional,” katanya.

Selain dihadiri Presiden Jokowi, peresmian yang dijadwalkan pada Kamis (6/5/2021), rencananya juga bakal dihadiri beberapa Menteri. Di antaranya, Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab) RI, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, hingga Menteri Sosial RI. (man/frh/dfn)


Sumber :

https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2021/jokowi-akan-resmikan-psel-benowo-pemkot-siapkan-sambutan-sesuai-prokes/

Wednesday, April 14, 2021

Sate Klopo Khas Surabaya

Cobain Sate Klopo Khas Surabaya

  


Seperti namanya, sate klopo diambil dari bahasa Jawa artinya sate kelapa. Jadi sate klopo ala Surabaya ini adalah sate daging sapi dan lemak yang dibungkus dengan bumbu olahan kelapa lalu dibakar. Lapisan ini yang membuatnya unik.

Bumbu olahan menghasilkan aroma yang khas dan menambah rasa yang nikmat ke daging sapi yang dibakar. Biasanya sate kelapa disajikan dengan lontong ataupun nasi.

Dari pagi buta sampai tengah malam

Sate Klopo Surabaya sangat populer. Ini yang membuat pengunjung rela antre cukup panjang dan kerap kali kehabisan di kedainya.

Salah satu kedai sate klopo paling terkenal di Surabaya adalah kedai Sate Klopo Ondomohen atau yang sekarang berada di jalan Wali Kota Mustajab. Tampak depan warung sate klopo ondomohen Bu Asih di jalan Walikota Mustajab No. 36  

Nama Ondomohen itu sendiri berasal dari bahasa Belanda. Ondomohen berasal dari nama jalan dimana kedai ini pertama kali berdiri.

Saat ini, meskipun nama jalan berganti, kedai ini tetap memakai nama Ondomohen karena sudah lama melekat di hati pelanggan.

Kedai sate Ondomohen didirikan oleh Ibu Asih. Saat ini, orangnya sudah sepuh.

Kedai sate Ondomohen dulunya hanya buka dari jam 6 pagi sampai jam 1 siang saja. Lalu, semenjak makin banyaknya pelanggan, jam bukanya menjadi 6.30 sampai 11.30 malam.

Sebagai informasi, kedai tersebut tak hanya menyediakan sate kelapa, ada juga sate ayam yang tidak kalah enak dan empuknya.

Untuk harga, seluruh sate di sana berkisar Rp 20.000 per porsi. Setiap porsi, pembeli akan mendapatkan sepuluh tusuk sate dengan pilihan tambahan nasi atau lonong.


Sumber :

https://pesonaindonesia.kompas.com/read/2019/10/30/132700227/cobain-sate-klopo-khas-surabaya

Related Posts