Sunday, December 6, 2020

Daftar Pilkada Serentak 2020 di Jawa Timur

Daftar 41 Bakal Paslon Ikuti Pilkada Serentak di Jawa Timur

07 Sep 2020

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim) menerima 41 bakal pasangan calon ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur yang digelar 9 Desember 2020.

"Kami sudah terima dari KPU kabupaten/kota se-Jawa Timur dan seluruhnya berstatus diterima," tutur Ketua KPU Jatim Choirul Anam di Surabaya, Senin, (7/9/2020), seperti dikutip dari Antara, Senin (7/9/2020).

Tahapan pilkada berikutnya, menurut Anam, yakni tes kesehatan dan pemeriksaan verifikasi sebelum para bakal pasangan calon ditetapkan sebagai pasangan calon.

Ke-41 bakal pasangan calon di pilkada Jawa Timur rinciannya antara lain, 

  1. Pilkada Pacitan diikuti dua pasangan masing-masing Indrata Nur Bayu Aji-Gagarin dan Yudi Sumbogo-Isyah Ansori, 
  2. Pilkada Ponorogo dua pasangan masing-masing Sugiri Sancoko-Lisdyarita dan Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono.
  3. Pilkada Trenggalek dua pasangan masing-masing Alfan Rianto-Zaenal Fanani dan Mochamad Nur Arifin-Syah Muhamad Natanegara, 
  4. Pilkada Kabupaten Blitar juga dua pasangan masing-masing Rijanto-Marhaenis dan Rini Syarifah-R Santoso.
  5. Pilkada Kabupaten Kediri hanya diikuti satu pasangan calon atau melawan kotak kosong, yaitu Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Maria Ulfa, 
  6. Pilkada Kabupaten Malang dua pasangan masing-masing Sanusi-Didik Gatot Subroto dan Lathifah Shohib-Didik Budi Muliono.
  7. Pilkada Jember diikuti tiga pasangan, yaitu Hendy Siswanto-Muh Balya Firjaun Barlaman, Abdus Salam-Ifan Ariadna Wijaya dan Faida-Dwi Arya Nugraha Oktavianto.
  8. Pilkada Banyuwangi diikuti dua pasangan, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas-Sugirah dan Yusuf Widiatmoko-Muhammad Riza Aziziy, 
  9. Pilkada Situbondo juga dua pasangan masing-masing Karna Suswandi-Khoirani dan Yoyok Mulyadi-Abu Bakar Abdi.
  10. Pilkada Sidoarjo diikuti tiga pasangan, masing-masing Bambang Haryo-Moh Taufiqulbar, Kelana Aprilianto-Dwi Astutik dan Ahmad Muhdlor-Subandi.
  11. Pilkada Kabupaten Mojokerto juga tiga pasangan, yaitu Yoko Priono-Choirun Nisa, Ikfina Fahmawati-Muhammad Albarraa, serta Pungkasiadi-Titik Masudah.
  12. Pilkada Ngawi diikuti hanya satu pasangan, yakni Ony Anwar Harsono-Dwi Riyanto Jatmiko,  
  13. Pilkada Tuban tiga pasangan masing-masing Adiyta Halindra Faridzky-Riyadi, Khozanah Hidayati-Muhammad Anwar dan Setiajit-RM Armaya Mangkunegara.
  14. Pilkada Lamongan juga diikuti tiga pasangan, yaitu Suhandoyo-Mohammad Su'uddin, Kartika Hidayati-Sa'im, dan Yuhronur Efendi-KH Abdul Rouf.
  15. Pilkada Gresik diikuti dua pasangan, masing-masing Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah dan Mohammad Qosim-Asluchul Alif, 
  16. Pilkada Sumenep juga dua pasangan masing-masing Achmad Fauzi-Dewi Khalifah serta Fattah Jasin-Ali Fikri.
  17. Pilkada Kota Blitar diikuti dua pasangan, yaitu Santoso-Tjutjuk Sunario dan Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto, 
  18. Pilkada Kota Pasuruan dua pasangan masing-masing Raharto Teno Prasetyo-Mochammad Hasjim Asjari serta Saifullah Yusuf-Adi Wibowo.
  19. Pilkada Kota Surabaya yang diikuti dua pasangan, yakni Eri Cahyadi-Armuji dan Machfud Arifin-Mujiaman.


Sumber :

https://surabaya.liputan6.com/read/4350229/daftar-41-bakal-paslon-ikuti-pilkada-serentak-di-jawa-timur

Sunday, November 29, 2020

Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar

Mulai Dioperasionalkan, Tol KLBM Gratis Selama 2 Minggu

30 NOVEMBER 2020

Sejak Sabtu (28/11), jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) mulai dioperasionalkan. Selama 14 hari, Tol dengan panjang 29 kilometer dan pembangunannya yang dimulai sejak tahun 2017 ini masih bebas biaya alias gratis.

Pada hari pertama dibukanya tol KLBM ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara perdana telah melakukan uji coba operasional. Khofifah melakukan tapping kartu tol elektronik di gerbang tol Cerme, Gresik. Uji coba ini sendiri sengaja dilakukan untuk memastikan layanan tol operasional KLBM mulai beroperasi. 

"Sesuai SK Menteri PUPR, dua minggu pertama ini masyarakat diberikan kesempatan melewati tol KLBM secara gratis," ujarnya.

Tak hanya tapping perdana, Khofifah yang didampingi Dirut PT Waskita Bumi Wira (WBW) Herwidiakto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemprov Jatim juga mengecek langsung kondisi jalan tol KLBM mulai dari gerbang tol Cerme hingga pintu tol Legundi. Kemudian rombongan Khofifah putar balik menuju ke pintu tol Bunder Gresik.

Khofifah mengatakan nantinya di jalan tol tersebut masih akan dilengkapi dengan fasilitas rest area yang akan dibangun di KM 13. "Kita akan melihat progres finalisasinya. Di KM 13 akan disiapkan rest area. Format desain rest area cukup unik. Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat yang besar bagi seluruh layanan publik," jelasnya.

Mantan Menteri Sosial menyatakan tol KLBM ini menjadi solusi efektif bagi konektivitas di Jatim khususnya ring satu industri di Jatim. Ia pun menyampaikan, bahwa tol ini akan berkelanjutan sampai Manyar-Tuban. Konektivitas di antara titik-titik strategis di Jatim, terutama di sentra-sentra industri ring 1 butuh percepatan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi.

Dengan demikian operasionalisasi tol ini, lanjut Khofifah, menjadi titik penting untuk meningkatkan layanan publik kepada masyarakat terutama kaitannya dengan transportasi publik. 

"Tidak hanya untuk masyarakat Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo dan Gresik, tetapi semua yang berkaitan dengan public transportation yang bisa kita maksimalkan efsiensi efektivitasnya. Utamanya, untuk membangun konektivitas sentra-sentra industri di Sidoarjo – Mojokerto – Gresik," katanya.

Sementara itu Dirut PT WBW Herwidiakto mengatakan setelah gratis selama dua minggu. rencananya biaya tol akan dikenakan sekitar Rp 29.000. 

"Harga tersebut  secara technical lebih murah daripada operasional kendaraan logistik, baik dari sisi waktu, BBM, dan penggunaan mesin,” lanjutnya.

Terkait konektivitas tol Surabaya-Mojokerto dengan tol KLBM, ia menjelaskan tol Surabaya – Mojokerto masih lewat atas. Saat ini sedang dibangun dua ramp untuk konektivitas Mojokerto ke Krian-Legundi-Bunder, serta dari Krian-Legundi-Bunder ke Mojokerto.


Sumber :

https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2020/11/30/227507/mulai-dioperasionalkan-tol-klbm-gratis-selama-2-minggu

Sunday, August 23, 2020

Masa Depan Taman Remaja Surabaya (TRS)

Masa Depan TRS Tak Akan Dibiarkan Suram


23 Agustus 2020

Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya berencana merevitalisasi Taman Remaja Surabaya (TRS) dengan Gedung Kesenian pada tahun depan. Sedianya, lokasi tersebut bakal menjadi pusat seni dan lokasi Festival Aspirasi ‘TriSakti’.

Area ini bakal disulap menjadi tempat yang mampu menampung seluruh kreatifitas seni, aspirasi sekaligus teknologi yang sudah lama dikenal sebagai Hi-Tech Mall.

Gagasan tersebut disampaikan oleh Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana.’’Tetap masih menjadi kenangan Warga Surabaya, hanya lebih menjadi identitas yang kuat,’’ katanya saat ditemui seusai mengadiri senam bersama warga di Lapangan Putro Agung, Kecamatan Tambaksari Surabaya, Minggu (23/8/2020).

Nantinya, penggabungan unsur dari revitalisasi sesuai dengan ajaran Tri Sakti Bung Karno. Yakni, Berdaulat dalam bidang politik, Berdikari dalam bidang ekonomi, dan Berkepribadian dalam budaya. ’’Iya. akan dibangun gedung, jika dilihat dari atas akan berbentuk lambang Tri Sakti,’’ kata Suami Dini Syafariah Endah ini.

Kawasan baru ini akan menampung seluruh kreatifitas seni, hiburan rakyat, sekaligus pusat perbelanjaan IT yang diklaim Pemkot Surabaya menjadi yang terbesar Se-Indonesia Timur.

Seluruh penggabungan unsur seni, aspirasi masyarakat, dan niaga elektronik menjadi satu area. Bangunan bertingkat terdiri beberapa lantai diperuntukkan sebagai lokasi seni, tempat pertunjukan, dan perbelanjaan elektronik.

Sedangkan, untuk akses kawasan bawah akan dipercantik dengan taman, dan aula outdoor sebagai lokasi penyampaian aspirasi. ’’Juga disediakan ruangan-ruangan yang mungkin bisa dijadikan Sekretariat Bersama seluruh organisasi, dan komunitas,’’ kata politisi PDI Perjuangan Jatim yang akrab disapa WS.

Wilayah samping gedung tetap menjadi wahana permainan bagi masyarakat.’’Jadi sekali kesana semua terpenuhi,’’ imbuhnya.

Alumnus ITS Surabaya ini menerangkan, Hi-Tech Mall sudah menjadi ikon perbelanjaan tentang piranti elektronik yang terkenal sejak lama.’’Orang luar Surabaya kalau kulak tentang piranti IT sudah dari dulu selalu kesana. Nah, bagaimana bisa dimodernisasi namun tidak meninggalkan historisnya,’’ pungkas WS.


Sumber :
https://infosurabaya.id/2020/08/23/masa-depan-trs-tak-akan-dibiarkan-suram/

Wednesday, August 19, 2020

Rumah Lahir Soekarno

Rumah Bung Karno Bakal Dijadikan Museum, Ketua DPRD: Terima Kasih Bu Risma

Selasa, 18 Agustus 2020


Rumah kelahiran Soekarno atau Bung Karno di Jalan Peneleh Gang Pandean IV, Nomor 40, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, resmi diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Senin (17/8/2020), bertepatan dengan HUT ke-75 RI. Proses penyerahan dilakukan oleh ahli waris kepada Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya di depan rumah bersejarah itu.

Adi Sutarwijono Ketua DPRD Surabaya mengapresiasi langkah Risma dalam memproses penyerahan rumah bersejarah tersebut ke pangkuan negara.

“Terima kasih Bu Risma. Langkah Bu Risma ini bukan hanya untuk sejarah Surabaya, tapi untuk sejarah negeri ini, bahkan sejarah dunia karena Bung Karno juga merupakan pemimpin berpengaruh dunia,” kata Adi, Selasa (18/8/2020).

“Di rumah tersebut, Bung Karno dilahirkan, pada 6 Juni 1901, saat fajar menyingsing, sehingga beliau pun disebut sebagai Putra Sang Fajar. Jadi nilai sejarah rumah di Gang Pandean itu luar biasa, karena dari sanalah lahir pemimpin besar republik ini,” imbuh Adi yang juga ketua DPC PDIP Surabaya.

Adi mengatakan, penyerahan rumah kelahiran Bung Karno itu menegaskan identitas Surabaya sebagai “dapur nasionalisme”, sebagaimana sebutan yang disematkan Bung Karno terhadap kota ini.

“Di kota inilah, Bung Karno dilahirkan dan dididik dalam dinamika pemikiran serta aksi-aksi progresif memerdekakan Republik. Di kota inilah, nasionalisme Indonesia merdeka berkembang lebih pesat dibanding daerah lain yang masih berdasarkan politik identitas geografis saat itu,” ujar Adi.

Adi menambahkan, DPRD Surabaya juga mendukung langkah Pemkot Surabaya untuk menjadikan kawasan Peneleh sebagai sentra wisata edukasi nasionalisme. Di sana, selain ada rumah kelahiran Bung Karno, juga terdapat rumah HOS Tjokroaminoto tempat Bung Karno dan banyak tokoh pergerakan kemerdekaan ditempa pemikirannya.

Di sekitar kawasan tersebut juga Langgar Dukur Kayu di Kampung Lawang Seketeng, Makam Mbah Pitono, dan beberapa tempat bersejarah lainnya.

“Kami mendukung yang dilakukan Bu Risma untuk mengembangkan wisata edukasi kebangsaan atau nasionalisme di kawasan tersebut. Ini sangat penting bagi generasi muda untuk mengetahui perjalanan hidup Bung Karno. Mengkhidmati nilai-nilai kejuangan dan ajaran-ajaran Bung Karno yang mempunyai rasa cinta luar biasa terhadap Indonesia,” papar Adi.


Sumber :
https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2020/rumah-bung-karno-bakal-dijadikan-museum-ketua-dprd-terima-kasih-bu-risma/

Tuesday, August 18, 2020

Alun-alun Surabaya


Resmikan Plaza Atas Alun-alun Surabaya, Ini Harapan dan Mimpi Risma

18/08/2020

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menghadiri peresmian Plaza Atas Alun-alun Surabaya di momen HUT ke-75 Kemerdekaan Indonesia, Senin (17/8/2020).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan Plaza Atas Alun-alun Surabaya yang berada di Kompleks Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo pada Senin (17/8/2020). Kompleks alun-alun itu difungsikan sebagai pusat kegiatan para pegiat seni dan budaya di Kota Pahlawan.

Risma mengatakan, alun-alun dan plaza atas maupun bawah ditargetkan selesai pada November 2020. Namun, karena ingin segera bermanfaat, Risma meresmikan bangunan itu pada hari kemerdekaan.

"Kalau sekarang anak-anak bisa dia pentas di situ, ludruk juga bisa pentas di situ, itu kan sangat bagus. Misalkan ada tamu dia ingin lihat ludruk, ingin lihat wayang orang atau srimulat itu bisa terjadwalkan dengan adanya plaza itu. Terus anak-anak juga bisa berkumpul di situ," kata Risma saat meresmikan Plaza Atas Alun-alun Surabaya, Senin.

Sejak awal menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, Risma mengaku bercita-cita membuat wadah atau ruang khusus bagi para pegiat seni dan budaya di Kota Pahlawan. Karena itu, Risma berinisiatif sendiri merancang konsep bangunan alun-alun itu.

"Akhirnya saya coba gambar sendiri dan Alhamdulillah bisa ketemu (konsepnya)," ungkap Risma. Konsep bangunan Alun-alun Surabaya ini tak hanya berfungsi untuk wadah pertunjukkan kesenian.

Namun, anak-anak Surabaya yang ingin mengembangkan bakat dan minat di bidang kesenian dapat memanfaatkan bangunan tersebut. Apalagi, kompleks Balai Pemuda ini juga dilengkapi dengan Gedung Balai Budaya, Perpustakaan, Rumah Bahasa, dan Matematika.

"Anak-anak nanti bisa belajar menari di sini, bermain musik di sini dengan aman. Saya berharap ruangan ini bisa digunakan maksimal. Jadi itu mimpi saya," ujar dia. 

Di samping itu, Risma juga mengungkapkan alasan memilih konsep bangunan alun-alun untuk ruang kesenian tersebut. Menurut dia, selama menjabat sebagai wali kota, lebih dari 500 lapangan olahraga telah dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Namun, ruang atau bangunan khusus kesenian dinilai masih kurang. "Makanya, saya berinisiatif membangun Alun-alun Surabaya untuk mewadahi ruang kesenian bagi anak-anak agar bisa mengembangkan minat dan bakatnya," tutur dia.

Risma yakin, jika anak-anak Surabaya dibina dengan baik, serta didukung dengan ruang atau wadah untuk mereka berekspresi, maka sangat mungkin nantinya muncul seniman besar dari Kota Surabaya.

"Saya percaya kalau anak-anak ini kita bina dengan baik, saya percaya suatu saat gedung ini, ruang ini, akan ada salah satu seniman besar yang lahir dari Kota Surabaya. Itu mimpi saya," jelas Risma.

Karena itu, Pemkot Surabaya akan menggandeng para seniman untuk menampilkan pertunjukan di kompleks Alun-alun Surabaya itu. Masyarakat yang berkunjung ke Surabaya, dapat menikmati berbagai kesenian rakyat itu secara gratis, seperti ludruk, wayang orang, srimulat hingga tari reog.

"Nanti pemkot yang bayar, senimannya tinggal bermain dan kemudian yang nonton sudah gratis di sini," kata Risma. 

Menariknya, di sela peresmian itu, Risma kemudian mengajak maestro seniman asal Surabaya berdiri di atas panggung. Mereka adalah Cak Kartolo, Ning Kastini, Cak Lupus Arboyo, dan Cak Suro. Para maestro ini berhasil membuat Risma bersama para tamu undangan tertawa dengan aksi parikan atau pantun kilat lucu khas ala Surabaya.

Sementara itu, Cak Kartolo mendukung dan mengapresiasi adanya ruang kesenian baru di Kota Surabaya itu.

Menurutnya, masyarakat juga butuh hiburan kesenian seperti ludruk, maupun srimulat seperti zaman dahulu kala. "Saya setuju karena sekarang masyarakat ingin hiburan, harus diteruskan seperti di THR (Taman Hiburan Rakyat) zaman dahulu, kalau ada ketoprak, ludruk, wayang, ya senang," kata Cak Kartolo.

Cak Kartolo yakin konsep bangunan alun-alun yang terbuka tak menjadi masalah. Sebab, setiap pelaku seni harus bisa menjiwai penampilan di mana pun. "Di sini (Alun-alun Surabaya) terbuka tidak apa-apa, yang penting pemainnya bisa menjiwai, mewakili cerita itu," ujar dia.


https://surabaya.kompas.com/read/2020/08/18/09372111/resmikan-plaza-atas-alun-alun-surabaya-ini-harapan-dan-mimpi-risma?page=all#page2.



Risma Resmikan Alun-alun Surabaya, Pasien COVID-19 Upacara Virtual
Selasa, 18 Agustus 2020 07:58

Taman dengan air mancur berkabut di areal Balai Pemuda Surabaya diresmikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Senin (17/8/2020). Taman melengkapi plaza atas bagian dari proyek Alun-alun Surabaya itu membuat kawasan Balai Pemuda nampak hijau dan adem.

Simak rangkuman kabar seputar Kota Surabaya dalam Berita Surabaya hari ini populer edisi Selasa, 18 Agustus 2020.

Berita Surabaya hari ini populer dimulai dari video saat Wali Kota Risma meresmikan alun-alun Surabaya, Senin (17/8/2020).

Peresmian alun-alun Surabaya ini bertepatan HUT Kemerdekaan RI ke-75. Selanjutnya, HUT RI ke-75 dirayakan secara berbeda. Sebab tahun ini, upacara pengibaran bendera tidak bisa dilakukan seperti tahun sebelumnya.

Seperti yang dilakukan ratusan pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura, Surabaya. Mereka mengikuti upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 Senin (17/8/2020).

Tepat HUT RI ke-75, Alun-alun Surabaya di areal Balai Pemuda diresmikan oleh Wali Kota Tri Rismaharini, Senin (17/8/2020). Ruang terbuka yang dilengkapi dengan air mancur berkabut itu bisa jadi ruang ekspresi kesenian warga Surabaya.

"Sekarang anak-anak bisa pentas di situ, ludruk juga bisa pentas di situ, itu kan sangat bagus. Kita bisa lakukan dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Risma saat peresmian.

Dia mengatakan, sudah sejak lama dirinya bermimpi Surabaya memiliki satu tempat khusus kesenian. Sebuah tempat yang menjadi jujukan mengasah kesenian warga, serta untuk wisatawan menikmati berbagai seni dan budaya.

"Saya membayangkan itu, waktu saya awal jadi Wali Kota," ujar dia.

Dalam bayangan Risma saat itu, pertunjukan bisa dinikmati sambil lesehan dengan penampilan beragam kesenian. Misalnya, ketoprak, ludruk dan semacamnya. Bakal diatur jadwal jenis penampilannya nanti.

Kata Risma, para seniman bisa main dengan dibayar Pemkot. Lalu, warga bisa menonton secara gratis. Selain itu, kata Risma, dirinya berharap bakal ada seniman hebat yang lahir dari Surabaya dengan adanya fasilitas semacam itu.

Sehingga dia juga berharap ruang ini difungsikan secara maksimal. Sebab, segala potensi arek-arek Suroboyo harus dikembangkan.

"Mulainya memang nanti satu suro, kita wayangan disini, gantian ada reog, ludruk," tambah Risma.

Peresmian itu, dihadiri oleh Forpimda Kota Surabaya. Selain itu juga hadir beberapa seniman Surabaya, diantaranya Cak Kartolo. Dia merupakan seorang pemain ludruk yang namanya tak asing lagi.

"Saya setuju karena sekarang masyarakat bawah ini ingin hiburan, kalau ada ludruk, wayang, ya seneng," kata Cak Kartolo saat ditemui usai hadir peresmian.

Cak Kartolo mengatakan, dulu di Surabaya memang ada sebuah tempat yang menjadi jujukan warga untuk menonton kesenian, seperti di THR zaman dulu.

Cak Kartolo mengungkapkan, untuk saat ini, kesenian di Surabaya seperti ludruk memang sudah jarang. Sehingga, butuh wadah khusus agar kesenian itu tetap lestari.

Sementara Kabid Bangunan Gedung, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Kota Surabaya, Iman Krestian, menjelaskan areal basement atau bawah tanah saat ini masih terus dikerjakan. Pemkot tengah mengebut agar maksimal akhir tahun ini rampung.

"Masih proses, kita upayakan bulan November bisa selesai," pungkas Iman.


https://surabaya.tribunnews.com/2020/08/18/berita-surabaya-hari-ini-populer-risma-resmikan-alun-alun-surabaya-pasien-covid-19-upacara-virtual?page=all.

Tuesday, August 11, 2020

Surabaya Bukan Zona Merah Lagi

 Alhamdulillah, Saat Ini Kota Surabaya Sudah Berubah Menjadi Zona Orange



Sejak pemerintah memperkenalkan peta COVID-19 yang beraneka ragam warna, Kota Surabaya sejak hari pertama sudah masuk ke dalam Zona Merah. Bahkan pada peta milik Provinsi jawa Timur, Kota Surabaya juga pernah masuk kedalam zona Merah Tua. Hal ini dikarenakan tingkat penyebaran dan penularan dari Virus COVID-19 di Kota Pehlawan ini cukup tinggi.

 

Mengetahui daerahnya masuk kedalam Zona Merah, Pemerintah Kota Surabaya terus berdaya upaya keras agar wilayahnya bisa segera membaik. Beragam cara dilakukan secara cepat dan efektif. Seperti melakukan rapid test secara massal dan sosialisasi pentingnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang ada. Bahkan Wali Kota Risma juga turun langsung ke masyarakat belakangan ini untuk mensosialisasikan pentingnya penggunaan masker untuk mencegar penularan Virus COVID-19.


Rupanya kerja keras dari pemkot Surabaya, para Relawan dan semua masyarakat sudah mulai membuahkan hasil yang menggembirakan. Hal ini diketahui dari situs https://covid19.go.id/peta-risiko milik pemerintah pusat. 


Kondisi Kota Surabaya sudah tercatat masuk kedalam Zona Orange. Kondisi  ini sudah terpantau sejak tanggal 10 Agustus pagi. Namun ketika admin Kabar Surabaya melakukan cek ke laman http://infocovid19.jatimprov.go.id/ kondisi Kota Surabaya masih dalam Zona Merah. 


Ketika malam hari kemarin dilakukan pengecekan ulang, ternyata laman milik Pemerintah Provinsi Jatim sudah mengubah warna zona dari Kota Surabaya menjadi Zona Orange juga. Zona Orange ini mengindikasikan kalau di Kota Surabaya kasus penyebaran Virus Covid-19 masih dalam tahap kategori sedang.

 

Menanggapi perubahan warna Kota Surabaya menjadi Zona Orange ini Wiku Adisasmito, selaku Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 pusat mengungkapkan, hal tersebut dinilai dari 15 indikator penilaian, mencakup indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.


Meski kasus positif COVID-19 di Kota Surabaya masih terus meningkat, Wiku memaparkan bahwa penilaian epidemiologi dan surveilans kesehatan masyarakat, serta pelayanan kesehatannya justru terus membaik. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya perubahan zonasi di wilayah Surabaya.


Dari peta http://infocovid19.jatimprov.go.id/, diketahui untuk daerah yang masih masuk dalam Zona Merah adalah Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang, Gresik, Jember, Kabupaten Blitar dan Bondowoso.

 

Sedangkan kawasan yang masuk ke dalam zona oranye adalah Kota Surabaya, Kabupaten Madiun, Pamekasan, Kota Probolinggo, Jombang, Kota Batu, Lamongan, Kabupaten Kediri, Nganjuk, Lumajang, Kota Blitar, Kota Mojokerto, Ponorogo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang Tuban, Kota Kediri, , Tulungagung, Banyuwangi, Kabupaten Pasuruan, Bojonegoro, Bangkalan, Sumenep, Kota Surabaya, Kabupaten Probolinggo, Trenggalek, Kabupaten Malang Situbondo dan Kota Pasuruan.

 

Untuk zona kuning terdapat 5 kabupaten/kota. Yakni di Pacitan, Sampang, Magetan Kota Madiun, dan Ngawi. (yyan) 



Sumber :

http://www.kabarsurabaya.org/2020/08/alhamdulillah-saat-ini-kota-surabaya.html

Monday, July 27, 2020

Jatim Terasa Dingin di Musim Kemarau

Suhu Udara di Jatim Terasa Dingin di Pagi hingga Malam Hari, Ini yang Terjadi

Senin, 27 Jul 2020

Surabaya - Suhu udara di beberapa wilayah Jawa Timur terasa lebih dingin dari biasanya. Bahkan, suhu dingin ini lebih terasa di pagi hingga malam hari. Apa yang sebenarnya terjadi?

Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda, Teguh Tri Susanto mengatakan kejadian ini wajar terjadi di musim kemarau. Hal ini kerap disebut bediding. Teguh menambahkan suhu udara hari ini diprakirakan berkisar antara 11 derajat di pagi hari hingga mencapai 35 derajat celcius.

"Bediding adalah kondisi di mana pada malam hingga pagi hari terasa lebih dingin dari biasanya. Hal ini termasuk yang wajar dan normal terjadi pada saat musim kemarau," kata Teguh kepada detikcom di Surabaya, Senin (27/7/2020).

Teguh menambahkan bediding ini terjadi hampir di seluruh wilayah Jatim. Bediding terjadi pada saat musim kemarau saat tutupan awan sedikit pada malam hari, bahkan tidak ada sama sekali.

"Karena memang suhu dingin di wilayah Jatim hampir merata," imbuhnya.

Tak hanya itu, pada malam hari, nilai radiasi matahari yang sampai ke bumi adalah nol. Jadi, energi yang menghangatkan permukaan bumi adalah energi yang berasal dari gelombang panjang yang dipancarkan bumi.

Sedangkan jika kondisi langit berawan, maka energi yang dipancarkan menuju angkasa sebagian akan dipantulkan kembali menuju bumi. Namun, jika di langit tidak ada tutupan awan sama sekali, maka energi yang dipancarkan bumi akan lepas ke angkasa tanpa ada yang dipantulkan kembali ke bumi, sehingga suhu udara akan semakin dingin.

Selain itu, Teguh menyebut pada prakiraan cuaca hari ini, kelembaban udara berkisar antara 35-100%. Sedangkan angin dominan dari Tenggara ke Timur dengan kecepatan 5 sampai 30 KM per jam.


Sumber :
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5109083/suhu-udara-di-jatim-terasa-dingin-di-pagi-hingga-malam-hari-ini-yang-terjadi

Related Posts