Sunday, August 31, 2014
Logo Surabaya Salah Kaprah
Orang Surabaya mustahil tidak tahu jika lambang kota ini bergambar hiu dan buaya. Namun benarkah dua binatang itu dipungut karena sinonim dengan kata SURA dan BAYA? taukah anda mengaitkan lambang dua hewan dengan nama Surabaya adalah salah kaprah? Mari ikuti dua seri tulisan saya tentang sejarah lambang kota yang sekarang berusia 716 tahun ini.
Kita memang telanjur akrab dengan gambar ikan hiu dan buaya yang bentuknya saling menyerang di dalam perisai segi enam. Dua hewan ini membentuk huruf S dengan latar belakang tugu pahlawan.
Lambang Kota Surabaya
Setiap orang di kota ini memang telanjur yakin jika dua binatang ini adalah asal nama Surabaya. Sura berarti ikan hiu dan baya berarti buaya. Benarkan demikian? ternyata argumentasi itu tidak berdasar. Sejak lama banyak budayawan mengritik namun dianggap angin lalu.
Pemerhati sejarah Surabaya, RM Yunani Prawiranegara, mengatakan kota ini telanjur meyakini lambang Surabaya harus diwujudkan dengan ikan hiu dan buaya yang saling serang. “Padahal antara Surabaya dengan ikan hiu dan buaya tidak terkait sama sekali,” kata anggota Tim Cagar Budaya Pemkot ini.
Tidak jelas darimana asal kata ‘sura’ sehingga lambat laun setiap orang akrab memadankan kata ‘sura’ adalah ‘ikan hiu’. Padahal di kamus Jawa kuno tidak dikenal padanan kata ‘sura’ dengan ikan hiu. Di dalam bahasa bangsa-bangsa yang pernah mewarnai kebudayaan kota ini juga tidak ditemukan makna ‘sura’ yang bisa diartikan dengan ikan hiu. Bahasa Belanda, Portugis, Arab, China, menyebut ikan hiu dengan beragam jenis kata namun tidak ada kata yang 'sama pada pokoknya' dengan kata sura.
Lantas bagaimana asal muasal lambang kota ini sehingga selalu dikaitkan dengan Surabaya? saya mencatat Lambang yang resmi tertempel di kop surat pemkot Surabaya ini ditetapkan oleh DPRS Kota Besar Surabaya dengan Putusan no 34/DPRDS tanggal 19 Juni 1955, ini diamini Presiden Sukarno dalam Keputusan Presiden RI No 193 tahun 1956 pada 14 Desember 1956.
Baru tahun 1950an, dua binatang itu dibuat saling serang dan makna sura ing baya menjadi salah kaprah ikan sura dan buaya
Dua binatang dalam lambang itu jelas bukan ide orisinal. Karena sebelumnya Gemeeente van Soerabaia alias pemkot Surabaya di masa Hindia Belanda juga mengambil dua binatang ini sebagai lambang. Silakan buka sendiri buku buku sejarah.
Bedanya, lambang yang sekarang terkesan lebih heroik karena dua binatang itu saling serang, sementara lambang zaman Gemeeente kedua hewan ini pada posisi tidur sejajar di sebuah perisai warna biru langit. Ikan hiu di sisi atas menoleh ke kiri, dan buaya di bawah menghadap ke kanan. Keduanya berwarna perak.
Di atas perisai terdapat gambar benteng yang mahkota warna emas. Sisi kiri-kanan perisai dipegangi dua singa Neerlandia (Nederlandse Leeuwen) berwarna emas dengan lidah dan kuku berwarna merah menjulur. Di bagian bawah ada pita bertuliskan "Soera-Ing-Baia".
Singa kembar mengapit prisai dengan pita di bagian bawah dan benteng di bagian atas adalah ciri lambang kolonial era 1900-an. Lambang ini berlaku di semua kota di Hindia Belanda, gemenete van Soerabaia atau Pemkot Surabaya yang lahir pada 1 April 1906 juga ingin lambang kota.
Lambang sebuah ikan dan buaya itu sebenarnya usulan LCR Breemen, bos Bank Nutsspaark di Surabaya. Sia berdalih lambang dua hewan itu pantas karena dasar mitos. Namun Breemen hanya mengusulkan karena yang merancang desain grafisnya adalah Genealogisch Heralsch Leeuw atau perhimpunan ahli lambang di Belanda.
Baru pada 1920, lambang dua hewan dalam perisai itu menjadi kop surat dan stempel resmi Gemeeente van Soerabaia.
Namun orisinilkah lambang itu? ternyata tidak.
Logo pertama yang menggambarkan hiu dan buaya. Menjadi panji panji grup musik
Setelah ditelusuri, logo ini ternyata dicomot dari lambang yang tersohor Surabaya era 1800-an. Ikan hiu dan buaya digambarkan berjajar. Keduanya tidak saling serang, namun tidur dengan posisi kepala yang berbeda.
Dua binatang ini digambar di dalam perisai. Bagian kanan kiri dan belakang terdapat ornamen dedaunan dan pita. Sementara bagian atas perisai terdapat gambar benteng yang modelnya sederhana. Kalau ingin tahu modelnya silakan datang ke bekas pelabuhan kalimas yang lokasinya di depan Pasar Pabean. di sana ada satu-satunya bangunan bermenara yang dulu menjadi menara pantau Sjahbandar. Lambang era 1800an ini menjadi ornamen menara. Juga sekarang bisa dilihat di ornamen mozaik gedung pusat kebudayaan Prancis CCCL di Darmokali.
Inilah lambang yang pertama kali mengangkat gambar dua binatang. Namun lambang itu juga tidak jelas asal usulnya. Ikuti tulisan berikutnya untuk mengetahui alasannya.
Inilah Kisah Muasal Logo Surabaya
Lambang ikan hiu dan buaya yang kini digunakan sebagai logo resmi pemerintah kota Surabaya sebenarnya bukan ide orisinil. Sebab institusi kota baru lahir 1 April 1906. Kini taukah anda jika logo bergambar dua hewan itu awalnya milik sebuah grup musik zaman Belanda? Ikuti ceritanya
Sejumlah literatur sejarah mengungkapkan logo tertua model ikan dan buaya itu ditemukan arkeolog Belanda tahun 1920 dari penning atau prasasti tua yang dibuat untuk memperingati 10 tahun usia Perkumpulan Musik St Caecilia (1848 - 1858).
Logo ini juga diyakini dibuat dari kain bludru yang dibordir di bendera yang menjadi panji panji perkumpulan musik ini. Logo itulah yang dipajang di setiap pementasan di bagian pinggir panggung para pemain musik.
Mungkin karena bentuk logonya unik, Di tahun 1848, sebuah koran dagang Hindia Belanda tertua yang terbit di Surabaya, Soerabaiasche Courant, meletakkan lambang ini di kop koran sebagai logonya.
Namun saat itu tidak jelas apa filosofi di dalam logo ini karena tidak pernah ada catatan.
Belakangan, logo ini menjadi idola. Di mulut cerita rakyat Surabaya muncul cerita mitos pertarungan ikan hiu dan buaya. di jembatan merah yang mengubah pagar jembatan menjadi peranh karena darah kedua binatang. Kemudian bangkainya dimakan Semut sehingga dikenal ada Kampung Semut di pinggir Kalimas.
Namun belum bisa diketahui mana yang lebih dahulu muncul, logo atau cerita rakyat itu. yang pasti di logo lawas itu kedua hewan itu tidak dalm posisi bertarung. Namun tidur damai. Posisi keduanya bertarung baru terlihat di logo terbaru 1950 sampai sekarang.
Faktanya St Caecilia telah menjadi insiprasi. Logo ikan dan buaya itu sudah terlanjur menjadi identitas kota. Selain di kop surat kabar, juga menjadi tren di bangunan bangunan baru hingga awal 1900an. Mulai di ornamen kaca pintu masuk gedung NIAS (Fakultas kedokteran Unair), keramik tembok di rumah tinggal yang sekarang menjadi Pusat Kebudayaan Prancis (CCCL) Darmokali, gedung bekas menara sjahbandar di Kalimas Baru. Bahkan dua tahun lalu, logo dua hewan ini masih terlihat di ornamen di tengah gevel salah satu bangunan lawas di Jl Bubutan. Namun kini bangunan itu sudah hilang dan berganti ruko.
Yang masih relatif bagus adalah logo yang tertempel di depan ruang guru SMA Trimurti Jl Gubernur Suryo. Logo dari baja ini adalah koleksi museum peninggalan sejarahwan GH Von Faber. Museum yang didirikan Faber itu tutup tahun 1950, kemudian gedungnya menjadi SMA Trimurti.
Menurut pengamat sejarah yang juga anggota tim cagar Budaya Surabaya, RM Yunani, logo dua bintang itu sebuah mitos atau cerita binatang atau fable yang sangat lemah dasar kesejarahannya. ‘’Tidak ada kitab atau serat yang yang menulis legenda pertarungan ikan hiu dan buaya. Ini hanya cerita lisan yang tidak jelas asal usulnya,’’ kritiknya.
Sementara itu di buku bertitel Soerabaia, yang terbit Februari 1864, semakin lengkap menjawab teka-teki asal muasal simbol itu. Buku ini ditulis sejarahwan zaman Hindia Belanda J Hageman J Cz, dalam buku yang terbit Februari 1864, Hageman mengatakan sejak muncul logo itu sudah menjadi kontroversi.
Banyak orang yang mengaitkan logo ikan dan buaya itu maksudnya adalah kependekan dari kata Surabaya. Padahal ia menganggap belum pernah ada istilah Jawa yang menyebut suro atau sura adalah nama seekor ikan apalagi ikan hiu. Dalam catatannya yang telah disadur dalam bahasa Inggris itu, Hageman bahkan mencontohkan nama sejumlah kota di Jawa yang ada kata Sura namun tidak ada kaitannya dengan Ikan hiu.
Logo tahun 1920. mulai ada kata Soera Ing Baia. Artinya bukan ikan sura dan buaya, tapi berani melawan bahaya
Di antaranya Surakarta dan Kartasura. Bahkan sebutan sejumlah pahlawan legenda di Jawa juga mengandung kata SURA, seperti, Suramenggala, Suradilaga, atau Surapati. Kata Hagemen, ‘SURA’ dalam semua penyebutan itu berarti BERANI, tidak ada kata lain selain kalimat itu.
Kalimat "Soera ing Baia" di dalam logo Surabaya 1920 semakin menguatkan jika antara logo dan semboyan itu tidak terkait sama sekali. Karena "Soera Ing Baya" adalah berasal dari bahasa Jawa yang artinya "Berani Melawan Bahaya". Sementara maksud ditampilkannya dua hewan itu tetap menjadi teka-teki sampai sekarang.
Baru tahun 1950an, dua binatang itu dibuat saling serang dan makna sura ing baya menjadi salah kaprah ikan sura dan buaya.
Sumber :
http://arkeologi.web.id
Tuesday, August 12, 2014
Masjid Ampel
Masjid Ampel adalah sebuah masjid kuno yang terletak di kelurahan Ampel, kecamatan Semampir, kota Surabaya, Jawa Timur. Masjid seluas 120 x 180 meter persegi ini didirikan pada tahun 1421 oleh Sunan Ampel, yang didekatnya terdapat kompleks pemakakaman Sunan Ampel.
Masjid yang saat ini menjadi salah satu objek wisata religi di kota Surabaya ini, dikelilingi oleh bangunan berarsitektur Tiongkok dan Arab disekitarnya. Disamping kiri halaman masjid, terdapat sebuah sumur yang diyakini merupakan sumur yang bertuah, biasanya digunakan oleh mereka yang meyakininnya untuk penguat janji atau sumpah.
Sejarah penyebaran Islam di Surabaya masih meninggalkan jejak. Terutama karena peran serta Raden Rahmad atau yang dikenal dengan nama Sunan Ampel.
Masjid Ample adalah masjid yang paling terkenal dan suci bagi umat Muslim di Surabaya, setelah Masjid Akbar Surabaya. Tepat di belakang Masjid Ampel terdapat kompleks makam Sunan Ampel yang meninggal pada 1481. Di kawasan ini ada yang menarik yaitu keberadaan Kampung Arab yang sebagian besar ditempati keturunan Arab Yaman dan Cina yang sudah menetap ratusan tahun untuk berdagang. Suasana kehidupan para pedagang ini nyaris seperti suasana di Makkah.
Saat memasuki bulan Ramadhan, Masjid Agung Sunan Ampel menjadi salah satu kawasan yang paling dicari. Selama Ramadhan, jumlah pengunjung meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa yang rata-rata mencapai 2.000 orang. Pengunjung akan semakin banyak pada saat ’maleman’ (malam tanggal 21, 23, 25, 27, 29 Ramadhan) dengan jumlah di atas 10 ribu orang, bahkan dapat mencapai 20 ribu orang. Selain niat ingin menjalankan salat dan dzikir di tempat yang tenang, banyak yang datang untuk ziarah ke makam Sunan Ampel. Bahkan wisman yang datang juga ada yang berasal dari China, Prancis, Belanda, Italia, Malaysia, Saudi Arabia, Jepang, Brunei Darussalam, Filipina, Jerman, Yunani, Selandia Baru, Korea, dan Jepang. Umumnya mereka melihat bentuk bangunan masjid Ampel yang dibangun sejak 1421, kemudian mereka juga berziarah ke makam Sunan Ampel.
Masjid Ampel didirikan tahun 1421 oleh Sunan Ampel, dibantu sahabat karibnya Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji, serta santrinya. Masjid ini dibangun di atas sebidang tanah seluas 120 x 180 meter persegi di Desa Ampel (sekarang Kelurahan Ampel), Kecamatan Semampir Surabaya atau sekitar 2 km ke arah Timur Jembatan Merah. Tidak disebut kapan selesainya pembangunan Masjid Ampel ini. Sunan Ampel juga mendirikan Pondok Pesantren Ampel. Sejak tahun 1972 Kawasan Masjid Agung Sunan Ampel telah ditetapkan menjadi tempat wisata religi oleh Pemkot Surabaya.
Ampel adalah sebuah kawasan di bagian utara Kota Surabaya dimana mayoritas penduduknya merupakan etnis Arab. Di kawasan ini kental dengan suasana Timur Tengah dan pasarnya yang menjual barang dan makanan khas Timur Tengah. Pusat kawasan Ampel adalah Masjid Ampel yang terletak di Jalan Ampel Suci 45 atau Jl. Ampel Masjid 53 dan didirikan pada abad ke-15. kawasan Ampel merupakan salah satu daerah kunjungan wisata religi di Surabaya. Apabila Anda ingin berbelanja barang atau makanan khas Timur Tengah maka datanglah ke Masjid Ampel.
Masjid Sunan Ampel yang dibangun dengan gaya arsitektur Jawa kuno dan nuansa Arab Islami. Masjid ini masih dipengaruhi dengan alkuturisasi dari budaya lokal dan Hindu-Budha lewat arsitektur bangunannya. Di masjid inilah saat itu sebagai tempat berkumpulnya para ulama dan wali dari berbagai daerah di Jawa untuk membicarakan ajaran Islam sekaligus membahas metode penyebarannya di Pulau Jawa.
Masjid Ampel berbahan kayu jati yang didatangkan dari beberapa wilayah di Jawa Timur dan diyakini memiiki 'karomah'. Seperti disebut dalam cerita masyarakat, saat pasukan asing menyerang Surabaya dengan senjata berat dari berbagai arah dan menghancurkan kota Surabaya namun tidak menimbulkan kerusakan sedikitpun pada Masjid Ampel bahkan seolah tidak terusik.
Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://travel.detik.com
http://www.indonesia.travel
Masjid yang saat ini menjadi salah satu objek wisata religi di kota Surabaya ini, dikelilingi oleh bangunan berarsitektur Tiongkok dan Arab disekitarnya. Disamping kiri halaman masjid, terdapat sebuah sumur yang diyakini merupakan sumur yang bertuah, biasanya digunakan oleh mereka yang meyakininnya untuk penguat janji atau sumpah.
Sejarah penyebaran Islam di Surabaya masih meninggalkan jejak. Terutama karena peran serta Raden Rahmad atau yang dikenal dengan nama Sunan Ampel.
Masjid Ample adalah masjid yang paling terkenal dan suci bagi umat Muslim di Surabaya, setelah Masjid Akbar Surabaya. Tepat di belakang Masjid Ampel terdapat kompleks makam Sunan Ampel yang meninggal pada 1481. Di kawasan ini ada yang menarik yaitu keberadaan Kampung Arab yang sebagian besar ditempati keturunan Arab Yaman dan Cina yang sudah menetap ratusan tahun untuk berdagang. Suasana kehidupan para pedagang ini nyaris seperti suasana di Makkah.
Saat memasuki bulan Ramadhan, Masjid Agung Sunan Ampel menjadi salah satu kawasan yang paling dicari. Selama Ramadhan, jumlah pengunjung meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa yang rata-rata mencapai 2.000 orang. Pengunjung akan semakin banyak pada saat ’maleman’ (malam tanggal 21, 23, 25, 27, 29 Ramadhan) dengan jumlah di atas 10 ribu orang, bahkan dapat mencapai 20 ribu orang. Selain niat ingin menjalankan salat dan dzikir di tempat yang tenang, banyak yang datang untuk ziarah ke makam Sunan Ampel. Bahkan wisman yang datang juga ada yang berasal dari China, Prancis, Belanda, Italia, Malaysia, Saudi Arabia, Jepang, Brunei Darussalam, Filipina, Jerman, Yunani, Selandia Baru, Korea, dan Jepang. Umumnya mereka melihat bentuk bangunan masjid Ampel yang dibangun sejak 1421, kemudian mereka juga berziarah ke makam Sunan Ampel.
Masjid Ampel didirikan tahun 1421 oleh Sunan Ampel, dibantu sahabat karibnya Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji, serta santrinya. Masjid ini dibangun di atas sebidang tanah seluas 120 x 180 meter persegi di Desa Ampel (sekarang Kelurahan Ampel), Kecamatan Semampir Surabaya atau sekitar 2 km ke arah Timur Jembatan Merah. Tidak disebut kapan selesainya pembangunan Masjid Ampel ini. Sunan Ampel juga mendirikan Pondok Pesantren Ampel. Sejak tahun 1972 Kawasan Masjid Agung Sunan Ampel telah ditetapkan menjadi tempat wisata religi oleh Pemkot Surabaya.
Ampel adalah sebuah kawasan di bagian utara Kota Surabaya dimana mayoritas penduduknya merupakan etnis Arab. Di kawasan ini kental dengan suasana Timur Tengah dan pasarnya yang menjual barang dan makanan khas Timur Tengah. Pusat kawasan Ampel adalah Masjid Ampel yang terletak di Jalan Ampel Suci 45 atau Jl. Ampel Masjid 53 dan didirikan pada abad ke-15. kawasan Ampel merupakan salah satu daerah kunjungan wisata religi di Surabaya. Apabila Anda ingin berbelanja barang atau makanan khas Timur Tengah maka datanglah ke Masjid Ampel.
Masjid Sunan Ampel yang dibangun dengan gaya arsitektur Jawa kuno dan nuansa Arab Islami. Masjid ini masih dipengaruhi dengan alkuturisasi dari budaya lokal dan Hindu-Budha lewat arsitektur bangunannya. Di masjid inilah saat itu sebagai tempat berkumpulnya para ulama dan wali dari berbagai daerah di Jawa untuk membicarakan ajaran Islam sekaligus membahas metode penyebarannya di Pulau Jawa.
Masjid Ampel berbahan kayu jati yang didatangkan dari beberapa wilayah di Jawa Timur dan diyakini memiiki 'karomah'. Seperti disebut dalam cerita masyarakat, saat pasukan asing menyerang Surabaya dengan senjata berat dari berbagai arah dan menghancurkan kota Surabaya namun tidak menimbulkan kerusakan sedikitpun pada Masjid Ampel bahkan seolah tidak terusik.
Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://travel.detik.com
http://www.indonesia.travel
Friday, July 18, 2014
Suroboyo Carnival Night Market
Wisata indoor bergaya Batu Night Spectacular (BNS) dan berkonsepnya night tourism akan dibangun di Kota Pahlawan.
Wahana "Surabaya Night Spectacular" atau Surabaya Carnival akan berada di Jl. A. Yani 333 Surabaya. [Belakang Korem Bund. Waru Sidoarjo]. Lokasinya di sekitar Bundaran Waru, di belakang Makorem Bhaskara Jaya.
Pembangunan Surabaya Carnival Night Market dikebut untuk mengejar target operasional di libur hari Raya Idul Fitri, 28 Juli mendatang. Tak hanya pembangunan fisik, puluhan vendor jenis makanan dan minuman, kerajinan, souvenir, dan berbagai produk lainnya, mulai masuk di tempat wisata itu.
Tempat wisata Surabaya Carnival Night Market ini dibangun dan dikelola PT Sinar Mutiara Sinergi. Satu grup dengan tempat wisata Jatim Park 1, Batu Screet Zoo, dan Batu Night Spectacular di Kota Batu, serta Wisata Bahari Lamongan (WBL) di pesisir laut utara wilayah Kabupaten Lamongan.
Tempat wisata ini memiliki wahana yang serupa dengan tempat wisata yang sudah ada di daerah itu. Hanya dipoles dan dibentuk dengan lebih banyak menampilkan ciri khas kota Surabaya.
Wahana permainan juga disediakan 53 macam. Mulai dari roller coaster, kapal, 4D sinema, dan yang membedakan lagi adalah adanya arena museum patung lilin ala Madame Taussad.
Sumber :
http://news.detik.com
http://kelanakota.suarasurabaya.net
http://www.tribunnews.com
Update 30 Desember 2014,
Penasaran wahana dan isi dari Surabaya Carnival Night Market, ini dia salah satu sharing pengalaman saat berlibur dan bermain di Surabaya Carnival Night Market, silahkan klik di Liburan ke Surabaya Carnival Night Market.
Surabaya Carnival Night Market
Alamat : Jalan Ahmad Yani no 333 Surabaya, Jawa Timur 61256
Telp : 031-848 3131, 031-8433232
Jam buka : 16.00 - 24.00
Email : suroboyocarnival@gmail.com
Website : www.suroboyocarnival.com
Instagram : @Suroboyocarnival
Facebook : Suroboyo Carnival Night Market
Twitter : @SuroboyoCNM
Line : Suroboyocarnival
Sunday, July 6, 2014
Galaxy Mall Surabaya
Letak : Surabaya
Alamat : Jalan Dharmahusada Indah Timur 35-37, Surabaya
Tanggal dibuka : 1995
Jumlah tingkat : 5
Galaxy Mall adalah pusat perbelanjaan di Surabaya. Mal ini didirikan pada tahun 1995. Mal ini terdiri dari 5 lantai dengan penyewa - penyewa yang sudah terkenal sebagai perusahaan besar baik skala nasional maupun internasional antara lain Centro, Timezone, J.CO Donuts & Coffee, 99 Ranch Market, Toys City, Cinema XXI, Sogo, Keris Departement Store, Celebrity Fitness, Jade Imperial, XO Suki, Bentoya, Pepper Lunch, Centris, Nokia, Infinite dan masih banyak lagi.
Galaxy Mall merupakan family mall yang berkonsep untuk menyediakan seluruh kebutuhan keluarga dalam satu tempat.
Galaxy Mall (saat itu bernama Mal Galaxy) selesai dibangun dan dibuka pada tahun 1995. Dikelola oleh PT. Sinar Galaxy. Penyewa utama saat itu adalah Hero Supermarket, Timezone, Keris Departement Store dan Galaxy 21. Mal Galaxy juga mempunyai Techno Zone (pusat komputer dan handphone) hingga saat ini, di lantai 2 (sebelah McDonald's), food court nusantara dan internasional di lantai 3.
Pada tahun 2005, Galaxy Mall melakukan perkembangan, perluasan dan penambahan satu ekstensi, yaitu Mal Galaxy Extension dengan penyewa utama Sogo Departement Store dan Celebrity Fitness, selesai dibangun pada tahun 2006.
Pada tahun yang sama, Hero Supermarket di Mal Galaxy Existing (bangunan lama Mal Galaxy yang dibuka pada tahun 1995), kini ditempati supermarket internasional, yaitu 99 Ranch Market.
Pada tahun 2010, Mal Galaxy menjadi Galaxy Mall karena banyak penduduk di Surabaya menyebut nama tersebut dan pada tahun yang sama, bioskop Galaxy 21, ditransformasikan menjadi bioskop Galaxy XXI. Pada tahun 2011, Centro Departement Store pertama di Surabaya dibuka.
Sumber :
http://id.wikipedia.org
Saturday, March 8, 2014
Monumen Kapal Selam
Monkasel (Monumen Kapal Selam) merupakan museum kapal selam yang terletak di pusat kota, tepatnya dibangun di sisi sungai Kalimas, Surabaya. Kapal selam tersebut merupakan kapal selam KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952.
Indonesia pernah menjadi salah satu negara dengan militer yang paling ditakuti di Asia? Salah satu peralatan militer yang paling ditakuti pada masa kejayaan tersebut adalah kapal selam ini, dimana Indonesia memiliki 12 kapal selam Whiskey Class buatan Uni Soviet.
Kapal selam ini dilengkapi 4 buah peluncur torpedo di depan dan 2 buah peluncur torpedo di belakang. Kapal ini mengangkut 12 buah torpedo dengan panjang 7 meter. `Kapal ini juga mampu megangkut 63 awak kapal termasuk perwira.
Dengan penggerak diesel, kapal selam KRI Pasopati dapat menempuh kecepatan maksimum hingga 18,3 Knot (sekitar 34 km/jam). Jika di atas permukaan, kapal selam ini menggunakan penggerak diesel. Sedangkan jika sedang menyelam, kapal ini menggunakan penggerak batere.
Kapal selam ini juga pernah dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda.
Operasi lainnya adalah operasi di Timor Timur, Selat Malaka, Laut Cina Selatan, dan Samudera Hindia. KRI Pasopati sering berada di garis depan ketika konflik terjadi. Pada tanggal 25 Januari 1990, KRI Pasopati berhenti bertugas di TNI AL.
Monumen Kapal Selam terbesar di kawasan Asia, yang Monumen ini dibangun dengan ide para sesepuh Kapal Selam dari Angkatan Laut. Kapal Selam ini kemudian dibawa ke darat dan dijadikan monumen untuk memperingati keberanian pahlawan Indonesia.
Spesifikasi dari kapal selam tersebut adalah:
Panjang: 76,6 m
Lebar: 6,30 m
Kecepatan: 18.3 knot di atas permukaan, 13,6 knot di bawah permukaan
Berat penuh: 1.300 tons
Berat kosong: 1.050 tons
Kemampuan penemuan: 8.500 mil laut
Baterai: 224 unit
Bahan Bakar: Diesel
Persenjataan: 12 Torpedo Uap Gas
Panjang: 7 m
Baling-baling: 6 lubang
Awak kapal: 63 termasuk Komandan
KRI Pasopati memiliki jumlah 7 ruangan:
Ruang untuk haluan Torpedo, dipersenjatai dengan 4 torpedo propeller, juga bertindak sebagai penyimpanan untuk torpedo
Ruang Komandan, Ruang Makan, dan Ruang Kerja. Di bawah dek adalah Ruang untuk Baterai I
Jembatan utama dan Pusat Komando. Penyimpanan Makanan di bawah dek
Ruangan Awak Kapal, Dapur, dan penyimpanan untuk Baterai II di bawah dek
Ruangan Mesin Diesel dan Terminal Mesin
Kamar Mesin Listrik
Ruangan Torpedo untuk bagian buritan. Berisi dengan 2 buah Torpedo.
Fasilitas:
Video Rama
Ada cerita unik dibalik hadirnya monumen Kapal Selam ini. Pada suatu malam Pak Drajat Budiyanto yang merupakan mantan KKM KRI Pasopati 410 (buatan Rusia) ini dan juga mantan KKM KRI Cakra 401 (buatan Jerman Barat), bermimpi diperintahkan oleh KSAL pada waktu itu untuk membawa kapal selam ini melayari Kali Mas. Ternyata mimpi itu menjadi kenyataan. Beliau ditugaskan untuk memajang kapal selam di samping Surabaya Plaza.
Caranya dengan memotong kapal selam ini menjadi beberapa bagian, kemudian diangkut ke darat, dan dirangkai dan disambung kembali menjadi kapal selam yang utuh.
Pengunjung Monumen Kapal Selam bisa masuk ke dalam kapal selam tersebut. Semua bagiannya masih asli dan menarik untuk dilihat. Dan Anda tidak perlu merasakan panasnya di dalam kabin kapal selam, karena saat ini di setiap ruangan telah dilengkapi pendingin udara. Di dalam kapal selam KRI Pasopati dibagi menjadi 7 ruangan. Setiap ruangan dipisahkan oleh pintu di mana ketika sedang bertempur, setiap pintu harus tertutup atau kedap. Berikut ini 7 ruangan di KRI Pasopati:
Ruang Torpedo Haluan
Di sini terdapat 4 peluncur torpedo. Di ruangan ini juga terdapat torpedo cadangan. Anda juga bisa melihat beberapa tempat tidur bertingkat yang menjadi tempat istirahat Anak Buah Kapal (ABK).
Ruang Tinggal Perwira
Di sini terdapat ruang tinggal atau lounge room untuk perwira sekaligus ruang makan dan tempat bekerja perwira. Anda juga bisa menemukan kamar komando di sini. Di bawah geladak, Anda juga bisa menemukan ruang penyimpanan batere Grup 1 di sini.
Ruang Periskop
Di ruangan ini merupakan pusat pengoperasian kapal selam dan juga Pusat Informasi Tempur (PIT). Anda bisa menemukan periskop yang bisa melihat hingga ketinggian 9 meter. Selain itu, ruangan ini juga digunakan sebagai pusat komunikasi. Di sini juga terdapat WC untuk buang air awak kapal.
Ruang ABK
Di ruangan ini terdapat ruangan untuk ABK yang terdiri dari Bintara atau Tamtama. Di ruangan ini ABK dapat beristirahat atau bersantai. Terdapat juga tempat tidur, dapur, tempat makan, dan gudang penyimpanan makanan. Di bawah geladak terdapat ruang penyimpanan batere Grup 2 sebanyak 210 cell.
Ruang Diesel Pendorong
Di dalam ruangan ini terdapat motor diesel sebagai pendorong utama saat berada di permukaan.
Ruang Listrik
Bagian ini adalah ruangan untuk motor listrik. Jika kapal selam sedang menyelam maka yang digunakan adalah tenaga listrik yang dihasilkan batere. Di ruangan ini terdapat 2 buah motor listrik untuk menggerakkan baling-baling ataupun melakukan pengisian batere. Motor listrik ini bisa berfungsi ganda, yaitu saat dipermukaan, maka tenaga diesel akan menggerakkan motor listrik ini untuk mengisi batere. Sedangkan jika berada di bawah permukaan, motor listrik ini menjadi penggerak baling-baling untuk menggerakkan kapal selam. Ini yang membuat kapal selam ini dapat bergerak dengan senyap.
Ruang Torpedo Buritan
Di ruangan ini terdapat 2 buah peluncur torpedo buritan yang berfungsi untuk menyerang dan menghindar.
Sumber :
http://monkasel.com
http://id.wikipedia.org
http://widyarezpect.wordpress.com
Monday, January 13, 2014
2013, Angka Kriminalitas Menurun
Angka kriminalitas di Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur selama 2013 mengalami penurunan hingga 17 persen daripada tahun 2012. Meski menurun, namun Polda Jatim tetap memberi atensi khusus atas kasus kejahatan konvensional.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Unggung Cahyono pada acara Analisa dan Evaluasi (Anev) Kamtibmas Tahun 2013 di Gedung Rupatama Mapolda Jatim, mengatakan, menurunnya angka kriminalitas di Jatim disebabkan Polda Jatim menerapkan strategi yakni melakukan absen untuk mengatasi kejahatan konvensional 3-Cepu atau curas, curat, dan curanmor (3-C).
''Saya minta Karo Ops untuk mengabsen wilayah rawan 3-Cepu itu setiap hari,''ujarnya.
Menurutnya, hasil absen itu langsung disikapi. Artinya, kalau ada kawasan yang rawan dan aparat setempat perlu bantuan, maka Polda Jatim langsung membentuk tim dan melakukan back up. Dicontohkan, dengan sistem absen yang ditindaklanjuti dengan back up itu membuahkan keberhasilan dengan meringkus pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) dengan senjata dan pelaku curanmor (pencurian kendaraan bermotor) dengan senjata tajam yang banyak terjadi di perbatasan Pasuruan-Mojokerto.
''Tidak hanya itu, dari absen itu, kalau masih ada kesulitan, saya minta personel gabungan di Polres setempat untuk melakukan penyanggongan dengan back up Polda Jatim, seperti curas brankas di Malang yang cukup merajalela hingga 15-16 TKP (tempat kejadian perkara) atau curas terhadap nasabah bank di kawasan Jombang-Tuban,''ujarnya.
Menurut data Polda Jatim, kasus curat menurun 20,53 persen dari 5.169 kasus pada tahun 2012 menjadi 4.108 kasus pada tahun 2013, lalu kasus curas menurun 13,67 persen dari 1.134 kasus (2012) menjadi 979 kasus (2013), dan kasus curanmor menurun 25,04 persen dari 4.829 kasus (2012) menjadi 3.620 kasus (2013).
Selain itu, tindak kejahatan konvensional lainnya juga turun, seperti pembunuhan, trafficking. people smuggling, penipuan CPNS, senjata api, bahan peledak, dan konflik sosial, namun ada pula kejahatan konvensional yang meningkat, seperti perjudian, KDRT/PPA, senjata tajam, dan aksi massa. Angka kriminalitas secara umum menurun 17 persen.
Tidak hanya pada angka kriminalitas tetapi penurunan juga terjadi pada angka penyalahgunaan narkoba hingga 8,95 persen dari 2.603 kasus pada tahun 2012 menjadi 2.370 kasus pada tahun 2013 dengan tersangka menurun 7,28 persen dari 3.159 tersangka pada tahun 2012 menjadi 2.929 pada tahun 2013.
Direktur Narkoba Polda Jatim, Kombes Pol Andi Loedianto.mengatakan, penurunan penyalagunaan di Jatim ini pihaknya juga melakukan strategi yaitu memperbanyak penyuluhan ke sekolah tentang bahaya narkoba, lalu pihak polda juga bekerja sama dengan BNN melakukan razia tempat hiburan dan mewaspadai titik-titik masuk pelaku asal Jatim melalui kerja sama dengan Bea Cukai di bandara, pelabuhan, dan sebagainya hingga ke Batam dan Medan. (tia/jnr)
Sumber :
http://beritasurabaya.net
2013, Angka Kecelakaan Di Jatim Turun
Selama 2013, angka kecelakaan di Jawa Timur menurun yakni 10,89 persen yang disertai penurunan angka korban tewas dalam kecelakaan lalu lintas itu hingga 4,65 persen.
Menurut Dirlantas Polda Jatim Kombes Rahmad Hidayat pada wartawan, Sabtu (28/12/2013), ini disebabkan strategi yang diterapkan sesuai petunjuk Kapolda Jatim, yang lebih bersifat menolong masyarakat. Dan sedapat mungkin untuk memberikan teguran simpatik, bukan menilang.
Kalau tahun 2012, angka kecelakaan sebesar 22.432 maka pada 2013, tercatat 19.989 kecelakaan. Selain tindakan simpatik di lapangan, pihaknya juga mencermati usia korban kecelakaan lalu lintas yang terbanyak pada usia 10-15 tahun dan 16-30 tahun.
''Untuk itu, kami mengedepankan penyuluhan di sekolah dan mahasiswa, seperti bimbingan dan penyuluhan berkendara pelajar SMP/SMA, pelatihan safety riding, dan ESQ Riding untuk kalangan mahasiswa,''ujarnya.
Rahmad menjelaskan Polda Jatim juga dinilai sebagai Polda dengan inovasi terbanyak dalam menjaga keselamatan berlalu lintas. Di antaranya, Lomba Lalu Lintas, Lomba Polisi Cilik, dan Forum Lalu Lintas yang melibatkan instansi terkait seperti PU (pekerjaan umum) untuk mengatasi jalanan yang tidak sesuai standar dan rawan memicu kecelakaan lalu lintas. (tia/jnr)
Sumber :
http://beritasurabaya.net
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Tahun 2022, Ini Daftar UMK yang Berlaku di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Jember, Kediri Selasa, 11 Januari 2022 Tahun 2022, upah minimum prov...
-
Evan Dimas Berlatih Bersama Llagostera Evan Dimas Difoto dengan Kostum Latihan Llagostera Evan Dimas Darmono berada di Spanyol sejak...
-
Taman Bungkul adalah salah satu taman kota di Surabaya yang berada di Jalan Raya Darmo Surabaya. Tidak jauh dari lokasi, terdapat masjid ...
-
Lebih dekat mengenal Surabaya, dengan segala geliat dinamikanya. Di balik hiruk-pikuk aktivitas metropolitannya. Sekumpulan orang berkump...
-
Cegah Corona COVID-19, Drone Terbang 25 Meter Semprot Disinfektan di Surabaya 25 Mar 2020, 13:30 WIB Pemerintah Kota Surabaya menggand...










