Wednesday, January 29, 2020

Rollercoaster Terpanjang (akan) Ada di Surabaya

Coming Soon! Rollercoaster Terpanjang ada di Surabaya
.
Bersiaplah para bangsawan Atlantis Land. Setelah bangun Dark Coaster, Atlantis Land akan punya Rollercoaster terpanjang 2 Km dari Korea. Sudah mulai dibangun di sisi barat Atlantis (ex Arena Sirkuit Kenpark)
.

Rollercoaster ini disebut-sebut terpanjang di Indonesia mengalahkan rollercoaster terpanjang Snake Coaster yang ada di Jungle Land Sentul, Bogor, dengan panjang 482 meter
.
Singapura punya roller coaster Battlestar Galactica dengan panjang rel 1km, lalu Jepang Steel Dragon 2km, Dubai Formula Rossa 2km, Korsel T Express Coaster 1,6km, dan Hongkong Hair Raiser Coaster 850m
.
Wahana Ekstreme lainnya yang akan beroperasi di Atlantis Land ada wahana Dark Coaster, Swing Drop, Viking Ship, Blizzard
.
WANI NYOBA ROLLERCOASTER 2KM?
.
Info @atlantislandofficial


Sumber :
https://www.facebook.com/lovesuroboyo/photos/a.208099946270855/864128144001362/?type=3&theater

Sumber foto :
https://www.coaster101.com/2014/04/02/battlestar-galactica-reboot/

Sunday, January 5, 2020

Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2020

Daftar Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2020 di Jatim, Paling Tinggi Rp 4,5 Juta

Pemprov Jatim telah menetapkan besaran Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2020. Pemprov menuangkan UMSK 2020 dalam Surat Keputusan Gubernur Jatim nomor 188/677/KPTS/013/2019 tentang UMSK 2020 yang ditandatangani pada 26 Desember 2019.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, Himawan Estu Bagijo mengungkapkan besaran UMSK berlaku mulai 1 Januari 2020 untuk perusahaan di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojoketo, Kabupaten Gresik, dan Surabaya.

Himawan menjelaskan penetapan UMSK ini didasarkan pada klasifikasi baku lapangan Indonesia dan rekomendasi bupati/wali kota atas usulan Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota.

“Dengan ditetapkannya UMSK ini, perusahaan dalam sektor ini dilarang mengurangi atau membayar lebih rendah dari yang ditentukan,” ujar Himawan.

Besaran UMSK 2020 di Surabaya dibagi menjadi tiga sektor (kelompok usaha), yakni Penanaman Modal Asing sebesar 9 persen dari UMK 2020 sebesar Rp 4.578.522,32.

Kemudian Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 7 Persen dari UMK 2020 sebesar Rp 4.494.512,74, dan Non Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar 5 persen dari UMK 2020 sebesar Rp 4.410.503,15.

Besaran UMSK 2020 di Sidoarjo dibagi menjadi tiga sektor dan sub sektor.

Pertama, kelompok I sebesar 9 persen dari UMK 2020 sebesar Rp 4.571.004,22.
Kedua, kelompok II sebesar 8 persen dari UMK 2020 sebesar Rp 4.529.068,40.
Ketiga, kelompok III sebesar 6 persen dari UMK 2020 sebesar Rp 4.445.196,76.

Sedangkan Kabupaten Pasuruan besarannya juga dibagi menjadi tiga sektor dan sub sektor, yakni kelompok I sebesar 9 persen dari UMK 2020 sebesar Rp 4.567.245,18.
kelompok II sebesar 8 persen dari UMK 2020 sebesar Rp 4.425.343,84.
Sedangkan Kelompok III sebesar 6 persen dari UMK 2020 sebesar Rp 4.441.541,18.

Sedangkan Kabupaten Mojokerto besarannya 5 persen dari UMK 2020 sebesar Rp 4.388.777,00.

Khusus untuk Kabupaten Gresik yang mendapatkan UMSK 2020 ada 8 perusahaan yang besarannya beragam mulai dari 1 persen hingga paling tinggi 120 persen dari UMK 2020.

Himawan menjelaskan UMSK ini untuk melindungi upah pekerja/buruh agar tidak merosot kepada tingkat yang paling rendah sebagai akibat ketidakseimbangan pasar kerja.

“Hal tersebut sudah dijelaskan dalam SK gubernur,” ucap Himawan.


https://suryamalang.tribunnews.com/2020/01/02/daftar-upah-minimum-sektoral-kabupatenkota-umsk-2020-di-jatim-paling-tinggi-rp-45-juta?page=all.

Tempat Tinggal Terbaik Masa Depan

Wilayah Sepanjang Surabaya-Malang Dijadikan Tempat Tinggal Terbaik Masa Depan, Gerakan Kemenristek

Koridor Surabaya Malang akan dikembangkan dan akan jadi kawasan sebagai tempat tinggal terbaik masa depan

Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) telah membentuk Forum Organisasi Profesi Iptek (FOPI) untuk mendukung Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) koridor Surabaya-Malang.

Forum tersebut berisi ahli-ahli dari berbagai bidang pendidikan dan latar belakang.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengungkapkan mereka telah bertemu dengan sejumlah pihak yang memiliki komitmen yang sama untuk mengembangkan koridor-koridor strategis di sepanjang Surabaya-Malang.

Mulai dari LIPI, perwakilan Kota Wisata Batu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari termasuk Pemprov Jatim yang memiliki Puspa Agro, serta Candra Wilwatikta.

Wagub Emil menambahkan, bahwa seluruh sumber daya yang ada nantinya akan menjadi satu koridor non stop mulai Surabaya sampai Malang.

"Surabaya sampai Malang ini sangat potensial untuk menjadi industri digital kreatif dan kelak akan menjadi the best place to live, atau tempat yang paling nyaman dan potensial untuk ditinggali di masa depan," ucap Emil Dardak, Sabtu (4/1/2020).

Emil melanjutkan, sepanjang Surabaya sampai Malang nantinya akan tumbuh business park yang menggerakkan ekonomi yang berbasis digital tourism dan lingkungan yang asri.

“Karena di sanalah ekonomi berbasis digital tourism dan lingkungan alam yang asri, bisa kita tawarkan kepada generasi penerus bangsa,” pungkasnya.


Sumber :
https://suryamalang.tribunnews.com/2020/01/04/wilayah-sepanjang-surabaya-malang-dijadikan-tempat-tinggal-terbaik-masa-depan-gerakan-kemenristek.

Friday, December 27, 2019

Jalan Tol Tengah Kota Surabaya

Tol Tengah Masuk Proyek Prioritas Gerbangkertosusila

Jalan Tol Tengah Waru (Aloha)-Wonokromo-Tanjung Perak, yang pernah menjadi proyek strategis nasional tapi tak kunjung terwujud sejak 2013 lalu, masuk proyek prioritas Peraturan Presiden (Perpres) 80/2019.

Dalam Perpres Percepatan Pembangunan di Jatim itu, estimasi investasi proyek Tol Tengah, yang jadi bagian pengembangan kawasan Gerbangkertosusila, itu senilai Rp6,491 triliun.

Sesuai yang termuat dalam Lampiran Perpres 80/2019, investasi pengerjaan proyek Tol Tengah ini akan dibiayai dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha.

Ketika proyek Tol Tengah ini menjadi proyek strategis nasional pada 2013 silam, pemerintah mengestimasikan investasi senilai Rp11 trilliun. Tapi proyek ini mandeg karena ditolak Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya tidak memasukkan rencana pembangunan tol di tengah kota sepanjang 18,20 kilometer itu dalam Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Pemkot beralasan, kebutuhan jalan bebas hambatan sudah cukup dengan rencana pembangunan jalan lingkar luar barat dan jalan lingkar luar timur. Padahal, sudah terbentuk badan usaha untuk Tol Tengah.

Menurut informasi yang dikumpulkan suarasurabaya.net, sudah ada badan usaha yang mana 55 persen sahamnya dimiliki PT Jasa Marga Tbk (BUMN), sisanya milik swasta.

Soal masuknya kembali proyek tol tengah di Perpres 80/2019, Pemprov Jatim belum membahas secara detail. Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur mengatakan, Pemprov masih memetakan.

"Yang kami lakukan baru pemetaan," katanya, Kamis (26/12/2019). "Kami masih memilah dampak kewilayahan semua proyek di Perpres itu."

Alasannya, satu di antaranya, karena ada 218 program dan proyek prioritas dalam Perpres untuk kawasan Gerbangkertosusila, Bromo-Tengger-Semeru, serta Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

"Kami ingin lihat konteks kewilayahannya. Seperti kata Bu Gubernur, kami membangun sistem kewilayahan. Bukan dilihat dari proyek per proyek. Tapi berkaitan pengembangan ekonomi," ujarnya.

Untuk wilayah Gerbangkertosusila, kata Emil, konsentrasi pembangunan tidak cuma Surabaya dan sekitarnya, tetapi wilayah pendukung pengembangan ekonomi seperti Bangkalan dan jalur Pantai Utara Lamongan.

Emil berharap koneksitas wilayah di Jatim lebih efektif. "Karena 50 persen wilayah ekonomi ada di Surabaya dan sekitarnya, maka kami pastikan daya saing di wilayah lain bisa meningkat," katanya.

Salah satu tujuan pembangunan Tol Tengah, sebagaimana disebutkan di dalam Perpres 80/2019 memang untuk menguatkan konektivitas dan aksesibilitas antarwilayah di Jawa Timur.

Pembangunan Tol Tengah dalam Perpres itu disandingkan dengan pengembangan infrastruktur lain seperti transportasi publik Gerbangkertosusila bertajuk Surabaya Regional Railway Line dan LRT Surabaya.

Selain itu, Tol Tengah juga disandingkan dengan pengembangan Bandara Internasional Juanda, pembangunan tol ruas Ngawi-Bojonegoro-Tuban-Lamongan-Manyar, ruas Gempol-Mojokerto, dan peningkatan Jalan Nasional Arteri Primer.

Tidak hanya Tol Tengah, termuat juga di proyek Surabaya Eastern Ring Road (SERR) di Perpres yang sama. Seperti Tol Tengah, SERR akan dibiayai dengan skema KPBU dengan estimasi investasi Rp6,7 triliun.

SERR adalah proyek jalan yang akan menghubungkan kabupaten/kota di Ring 1 industri Jatim, baik Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila).(den/tin/ipg)


Sumber :
https://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2019/230263-Tol-Tengah-Masuk-Proyek-Prioritas-Gerbangkertosusila

Monday, December 23, 2019

Taman Apsari Surabaya

Sejarah Taman Apsari Surabaya


Dalam catatan sejarah yang ada, salah satu residen yang pernah menempati GedungGrahadi (dulu disebut Tuinhuis) adalah Tuan J.C. Kroesen (1888-1896). Ia dikenal sebagai seorang pecinta lingkungan yang baik.

Ketika menempati tuinhuis sebagai kediaman resminya, Kroesen senantiasa memperhatikan lingkungan sekelilingnya. Tak luput dari perhatiannya adalah lahan kosong yang berada di depan kediamannya tersebut. Lahan kosong tersebut dulunya berupa ladang yang banyak ditumbuhi semak belukar.

Ladang yang ada di depan rumahnya itu, ia ubah menjadi taman yang molek dan asri. Di sekitar taman itu juga dibangun jalan melingkar. Di taman tersebut juga ada bangku-bangku dan lampu-lampu taman dari besi yang berukir. Puluhan jenis bunga bisa tumbuh di taman itu.

Orang-orang pun menamai taman bunga elok itu dengan sebutan Kroesenpark atau Taman Kroesen. Di taman itu juga terdapat patung Raja Kertanegara yang lazim disebut Patung Joko Dolog. Sekarang taman tersebut masih ada, hanya saja Kroesenpark itu kini menjadi Taman Apsari. Taman Apsari dimaknai sebuah taman yang disukai oleh para bidadari, karena kata apsari berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti bidadari.

Taman Apsari terletak di Jalan Gubernur Suryo, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasi tersebut tepat berada di depan Gedung Grahadi.

Taman yang merupakan salah satu taman peninggalan Belanda memang memiliki kekhasan tersendiri bila dibandingkan dengan taman yang ada di Surabaya. Taman tersebut terasa sejuk dan relatif tenang meski letaknya berada di tengah kota.

Taman yang memiliki area seluas 5.300 m² itu dilengkapi dengan berbagai jenis tanaman bunga maupun tanaman peneduh lainnya. Di sela tanaman bungan dan tanaman peneduh disediakan fasilitas yang nyaman untuk jalan-jalan maupun jogging track.

Sedangkan, di depannya terdapat bangku-bangku taman terbuat dari besi ukir yang diletakkan berjajar dari timur ke barat. Bila Anda duduk di situ, Anda bisa langsung memandangi kemegahan Gedung Grahadi dan hilir mudik kendaraan yang sedang melintas di jalan tersebut.

Di tengah taman, dibangun Monumen Gubernur Suryo. Monumen tersebut untuk mengenang perjuangan Gubernur Pertama Provinsi Jawa Timur (1946-1948) di era kemerdekaan.


Sumber :
https://situsbudaya.id/sejarah-taman-apsari-surabaya/

Arca Joko Dolog

Mengenal Arca Joko Dolog, Jejak Kerajaan Singosari di Surabaya


Jangan takut mati gaya saat sedang berkunjung ke Surabaya. Selain ada museum dan bangunan bersejarah warisan pemerintah kolonial Belanda, Surabaya juga punya koleksi benda-benda purbakala yang masih terjaga sampai sekarang. Di antaranya ada arca Joko Dolog, peninggalan Kerajaan Singosari yang bisa dijumpai di Jalan Taman Apsari, Surabaya.

Arca Joko Dolog ini dulunya hendak dibawa ke Belanda untuk diabadikan di koleksi Museum Leiden. Tapi karena kapal muatannya penuh, arca ini pun ditinggalkan begitu saja oleh pemerintah Belanda di sebuah bangunan yang kini adalah SMA Trimurti di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.

Jalan Taman Apsari dan Jalan Gubernur Suryo memang berdekatan, jaraknya hanya sekitar 50 meter.
Arca Joko Dolog ini sebenarnya berasal dari Desa Kandang Gajah, Trowulan, Mojokerto. Pada tahun 1817 dengan tujuan akan dibawa ke negeri Belanda menggunakan kapal, arca ini pun dipindahkan ke Surabaya.

Kata Wewe Iswandi, salah satu anggota Komunitas Prabu Kertanegara, yang turut merawat Arca Joko Dolog, saat dikunjungi Basra, Senin (1/7), arca Joko Dolog merupakan perwujudan dari Prabu Kertanegara, Raja Singosari yang terakhir.

Arca Joko Dolog merupakan perwujudan dari Raja Kertanegara, Raja terakhir dari Kerajaan Singosari.

"Arca ini dibuat untuk menghormati Kertanegara, putra Wisnu Wardhana sebagai Raja Singosari pada masa itu. Prabu Kertanegara terkenal karena kebijaksanaannya dan pengetahuannya yang luas dalam bidang hukum," kata Wewe, Senin (1/7).

Pada bagian lapik atau dudukan Arca Joko Dolog terdapat prasasti berupa sajak, memakai huruf Jawa kuno, dan berbahasa Sansekerta.

Wewe mengatakan, hingga kini belum ada satu ahli sejarah pun yang dapat membaca tulisan pada dudukan arca Joko Dolog secara utuh. Kalaupun terbaca hanya sepenggal saja.

Di bagian lapik arca Joko Dolog terdapat aksara Jawa kuno yang belum terpecahkan hingga kini.Nama panggilan Joko Dolog sendiri menurut Wewe berasal dari budaya ludruk di Surabaya.

"Dulu dalam ludruk ada kisah Joko Dolog yang sangat fenomenal, dan arca ini saat ditemukan tak jauh dari pohon dolog. Jadilah arca ini dikenal dengan sebutan Joko Dolog," kisahnya.

Di komplek situs peninggalan sejarah ini selain arca utama Joko Dolog, terdapat pula arca-arca yang lebih kecil di sepanjang jalan masuk. Serta sebuah tempayan air sebagai tempat air suci yang terletak di bagian sebelah kiri gapura.

"Kalau artefak yang di sekitar Arca Joko Dolog tidak ada kaitannya dengan arca utama karena memang hanya tambahan saja, sebagai pelengkap koleksi disini," imbuhnya.
Tempat wisata sejarah ini banyak dikunjungi oleh masyarakat yang ingin melihat lebih dekat Arca Joko Dolog ini.

"Adik-adik sekolah dan mahasiswa banyak juga yang datang ke sini. Mereka biasanya rombongan dan datang pagi hari," ujarnya.

Nah, teman Basra dapat menjadikan arca Joko Dolog ini sebagai destinasi tempat wisata sejarah mengisi libur sekolah. Pastinya seru bisa belajar sejarah kerajaan nusantara di sini.


Sumber :
https://kumparan.com/beritaanaksurabaya/mengenal-arca-joko-dolog-jejak-kerajaan-singosari-di-surabaya-1rNru7vcyBy

Thursday, August 1, 2019

Rute Surabaya Marathon 2019


Ini Rute Surabaya Marathon 2019 di Hari Minggu

Ketua Panitia Surabaya Marathon 2019, Fransisca Budiman menambahkan, tidak ada perubahan untuk marathon untuk yang kategori 5K, namun untuk 10K, Half Marathon dan Full Marathon ada sedikit penyesuian.

“Konsep kita adalah memutar Kota Surabaya. Start-nya semua sama di Jalan Embong Malang depan Tunjungan Plaza,” kata Fransisca.

5K
Adapun rute yang akan dilintasi para peserta untuk Kategori 5K, yaitu Jalan Embong Malang – Jalan Blauran – Jalan Praban – Jalan Tunjungan Siola – Jalan Gubenur Suryo – Puter di Bambu Runcing – Masuk Pnglima Sudirman – Masuk Ke Karapan Sapi – Basuki Rahmad – Finish.

10K
Kemudian untuk rute 10K, dimulai dari Jalan Embong Malang – Jalan Blauran – menuju Bubutan – Jalan Pahlawan- puter Kebun Rojo – Jalan Tunjungan – Gubenur Suryo – Walikota Mustajab – Monkasel – Bambu Runcing – Panglima Sudirman – Karapan Sapi – Basuki Rahmad – dan finish di Embong Malang.

21K
Berikutnya untuk Half Marathon, yakni Jalan Embong Malang – Blauran – Praban – Tunjungan – Gubenur Suryo – Walikota Mustajab – Pemuda – Panglima Sudirman – Raya Darmo – mengarah k Jembatan Mayangkara – puter bali Margorejo – Royal Plaza – Jembatan Mayangkara – Raya Darmo – Diponegoro – Ciliwung – Adityawarman – Mayjend Sungkono – puter balik Ciputra World – Jalan Indra Giri – Dr Soetomo – keluar di Raya Darmo – Urip Sumoharjo – Basuki Rahmad – Embong Malang finish.

42K
Terakhir untuk Full Marathon, yakni Jalan Embong Malang – Kebun Rojo – Tugu Pahlawan – melewati Jalan Tunjungan – Belok Walikota Mustajab – Balai Kota – Gubeng Pojok – Bilition – Sulawesi – puter balik Kertajaya – perempatan pertama puter balik menuju Jalan Sulawesi – Gubeng – Monkasel – Pemuda – Pnglima Sudirman – Raya Darmo – Mayangkara – terus di Graha Pangeran puter Balik – Mayangkara – Ciliwung – Adityawarman – Underpass HR Muhammad – puter balik Kantor Kecamatan Praja  – Indra Giri – DR Soetomo – Raya Darmo – Basra – Finish.

Related Posts